Minggu, 26 April 2020

DOWNLOAD LENGKAP PTS SMA TERBARU DOC

DOWNLOAD LENGKAP PTS SMA TERBARU DOC-Dari analisis diperoleh Pembelajaran  model  SQ3R memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa SMANegeri  _______ Kecamatan ________ Kabupaten ________  Propinsi ______dalam setiap tahap, yaitu tahap I (66,67%), tahap II (77,78%), tahap III (88,89%). Dan Penerapan metode pembelajaran  model  SQ3R mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMANegeri  _______ Kecamatan ________ Kabupaten ________  Propinsi ______yang ditunjukan dengan hasil wawancar dengan beberapa siswa, rata-rata jawaban menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran  model  SQ3R sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.PTS SMA TERBARU DOC


Untuk melaksanakan metode pembelajaran  model  SQ3R memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan  pembelajaran model  SQ3R dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. Kata kunci :  Pembelajaran, model  SQ3R.

Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) SMA ini  diberi judul “OBSERVASI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SQ3R DI SMAN  ________  KECAMATAN  __________KABUPATEN  ______". Disini akan di bahas lengkap.

PTS ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) SMA lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB V untuk bahan referensi penyusunan laporan PTS dapat (SMS/WA/TM  ke 0817-283-4988 dengan Format PESAN PTS 017 SMA).

A.CONTOH PTS SMA METODE TERBARU 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Penelitian Tindakan 

Sebuah kenyataan ironis, bagi seorang guru yang dituntut  memberikan materi ajar  bagi siswa  di depan kelas, sementara guru hanya memberikan materi tanpa menyadari bahwa model pembelajaran sebagai cara penyampaian materi oleh guru   kepada siswa dirasakan kurang memberikan apresiasi rasa  mengajar. Ini problem tersendiri bagi guru   dalam kegiatan belajar mengajar.  

Dari sini dituntut peran pengawas sekolah guna memberikan apresiasi model pembelajaran yang inovatif bagi guru saat memberikan materi pelajaran di kelas. 


Sebagai wujud aplikasi tugas supervisi kependidikan di tingkat pendidikan dasar maka penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang berkolaborasi dengan penelitian tindakan kelas, yang mana penulis hanya sebagao observer dan pemberi gagasan model pembelajaran  kepada guru sementara itu guru mengajar matematika menerapkannya melalui gaya mengajar inovatif. Dalam hal ini  observer memberikan gagasan atau konsep pembelajaran  SQ3R bagi peningkatan prestasi belajar matematika di sekolah binaan penulis sendiri yakni SMA Negeri  __________   Kecamatan ________ Kabupaten _______  Propinsi ________ 

Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang banyak digunakan dalam ilmu pengetahuan lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam GBPP ( 2004) Ditegaskan bahwa pembelajaran matematika di sekolah bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola fikir matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. contoh pts sma lengkap

Pembelajaran matematika seringkali dipandang sebagai pembelajaran yang hanya terbatas di sekolah dan kurang menyentuh kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran matematika oleh guru yang mengajar matematika yang biasanya diterapkan di sekolah  dengan cara siswa disuruh menghafalkan konsep / rumus tanpa melihat langsung masalah-masalah yang ada hubungannya dengan konsep tersebut. Keadaan ini sering kali membuat siswa kurang tertarik terhadap pembelajaran yang sedang dipelajari, cepat bosan hingga akhirnya siswa kurang memahami konsep secara jelas. 

Akibatnya siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang paling sulit dan menakutkan di sekolah. Padahal seperti pelajaran lain, matematika tidaklah mesti demikian.Karena melalui belajar matematika dapat membentuk sikap siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Ruseffendi (1991 : 94) yang mengemukakan : "Matematika penting sebagai pembentuk sikap, oleh karena itu salah satu tugas guru adalan mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik"

Dalam memahami konsep matematika, diperlukan kemampuan untuk membuat generalisasi serta abstraksi yang cukup tinggi, hal inilah yang mengakibatkan penguasaan  terhadap materi konsep-konsep matematika lemah bahkan dipahami dengan keliru. Seperti yang diungkapkan oleh Ruseffendi (1991 : 156) bahwa terdapat banyak anak-anak yang setelah belajar matematika bagian sederhanapun banyak yang tidak dipahami, banyak konsep yang dipahami secara keliru. Matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar, rumit, dan banyak memperdayakan.

Agar pembelajaran matematika menjadi menarik perhatian, maka seorang guru yang mengajar matematika perlu  metode pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa dan keaktifan siswa. Ruseffendi (1991 : 283) mengatakan : "Belajar secara aktif dapat menyebabkan ingatan yang dipelajari lebih tahan lama dan pengetahuan akan lebih luas daripada belajar pasif'. Sedangkan Sudjana (1988 : 32) berpendapat : "Hampir tidak pernah terjadi proses belajar tanpa adanya keaktifan individu/siswa yang belajar". 

Dengan kata lain, pembelajaran yang melibatkan siswa atau mengutamakan keaktifan siswa mempunyai peluang yang cukup besar dalam keberhasilan belajar.

Pemahaman terhadap suatu konsep matematika merupakan indikator dari suksesnya belajar matematika, namun proses memahami suatu konsep matematika merupakan hal yang tidak mudah. Sudrajat (2001 : 2) menyatakan bahwa salah satu penyebab kesulitan memahami konsep matematika adalah lemahnya kemampuan membaca secara umum dan kemampuan membaca secara khusus, apalagi matematika merupakan ilmu yang bahasanya sarat oleh simbol dan istilah.

Masalah yang muncul adalah Cara membaca yang bagaimanakah yang dapat memperbaiki kemampuan membaca matematika agar  lebih memahami konsep matematika ? Persoalan tersebut bisa terjawab bila semua berkehendak meningkatkan kemampuan membacanya. Caranya, harus dicari teknik membaca yang bisa meningkatkan kemampuan membaca matematika.

Sudah cukup lama para ahli psikologi pendidikan telah menyelidiki dan mengembangkan beberapa teknik membaca yang efektif dan efisien, diantaranya: SQ3R (Survey-Question-Read-Recite-Review), POINT (Purpose­-Overview-Interpret-Note-Test), OK4R (Overview-Key-Ideas-Read-Recite-Review-­Reflect), PQRST (Preview-Question-Read-Summarize-Test), RSVP (Review-­Study-Verbalize-Preview), EARTH (Explore-Ask-Read-Tell-Harvest), OARWET (Overview-Ask-Read-Evaluate-Test), dan PANORAMA (Purpose-Adaptibility-­Need to (Question-Overview-Read-Annotate-Memorize-Asses). 

Teknik membaca yang banyak dikenal dan sering diterapkan adalah teknik membaca SQ3R yang dikembangkan oleh Francis P. Robinson pada tahun 1941. Menurut Tampubolon (1987 : 172), "Teknik membaca ini umumnya dipakai untuk membaca buku ajar". Selain itu Soedarso (2002 : 59) menyatakan bahwa teknik membaca SQ3R merupakan cara yang efektif dan efisien dalam membantu  guru dalam  memberikan suatu konsep atau tulisan yang sedang dibaca, sebab dalam teknik membaca SQ3R terkandung penguasaan perbendaharaan kata, pengorganisasian bahan bacaan, dan pengaitan fakta yang satu dengan yang Iainnya.contoh pts sma lengkap

Beberapa kelebihan SQ3R seperti yang diungkapkan di atas sudah teruji pada penelitian Sudrajat (dalam Sudraat, 2001 : 3) yang menyatakan bahwa Cara membaca teks matematika menggunakan SQ3R dapat meningkatkan kemampuan membaca. Selain itu, penelitian Sudrajat (2001 : 76) menyatakan bahwa baik pada kelompok siswa cepat maupun siswa lambat belajarnya, SQ3R mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa berkomunikasi dalam matematika.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, nampaknya teknik membaca SQ3R dapat dipandang memadai untuk digunakan dalam membantu  guru meningkatkan kemampuan mengajarnya melalui teknik membaca matematika, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi belajar dan memahami konsep matematika. Oleh karena itu, penulis bermaksud  memberikan arahan kepada guru  yang mengajar matematika tentang model pembelajaran matematika  dengan teknik membaca SQ3R dengan harapan dapat meningkatkan  kompetensi mengajar di depan kelas.

B.LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH SMA DOC

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pemahaman Konsep Matematika

1. Pemahaman Konsep

Menanggapi peranan pemahaman konsep dalam proses belajar mengajar, pemahaman konsep merupakan hal yang penting karena salah satu tolak ukur keberhasilan proses belajar mengajar adalah pemahaman guru dan siswa terhadap suatu konsep ilmu pengetahuan. Agar dapat mengukur keberhasilan proses belajar mengajar tersebut maka kita harus mengetahui definisi dari pemahaman. Telah dikenal bahwa pemahaman berasal dari kata "paham", dalam kamus bahasa Indonesia (Poerwadarmita, 1984 : 694) diartikan mengerti benar. Jadi seseorang dikatakan paham terhadap sesuatu bila orang tersebut mampu menjelaskan hal tersebut.

Begitu banyak definisi mengenai pemahaman diantaranya menurut Hewson dan Thorley (dalam Virlianti, 2002 : 6) pemahaman adalah konsepsi yang bisa dicema atau dipahami oleh guru dan siswa sehingga guru dan siswa mengerti apa yang dimaksudkan, mampu menemukan cara untuk mengungkapkan konsepsi tersebut, serta dapat mengeksplorasi kemungkinan yang terkait. Sedangkan Syamsudin (dalam Virlianti, 2002 : 6) mengemukakan bahwa pemahaman merupakan suatu tingkat hasil proses belaiar yang indikatornya yaitu individu belajar dapat menjelaskan atau mendefinisikan suatu informasi dengan menggunakan kata-kata sendiri.contoh pts sma lengkap

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dengan pemahaman guru dan  siswa dituntut agar mampu memberikan argumen-argumen dari materi yang diberikan bukan sekedar mengetahui dan mengingat kembali apa yang dimengerti. guru dan  Siswa dikatakan memahami suatu konsep atau paham terhadap konsep yang diberikan dalam proses belajar mengajar jika mereka mampu mengemukakan dan menjelaskan suatu konsep yang diperolehnya berdasarkan kata-kata sendiri tidak sekedar menghafal. Selain itu,  guru juga dapat menemukan dan menjelaskan kaitan suatu konsep dengan konsep lainnya yang telah diberikan terlebih dahulu.

Bloom (Ruseffendi, 1991 : 221) menyatakan, bahwa terdapat tiga macam pemahaman yaitu: "pengubahan (translation), pemberian arti (interpretation), dan pembuatan ekstrapolasi (ekstrapolation)." Pemahaman translasi (kemampuan menterjemahkan) adalah kemampuan dalam memahami suatu gagasan yang dinyatakan dengan cara lain dari pernyataan asal yang dikenal sebelumnya. Dalam pembelajaran matematika, pemahaman translasi berkaitan dengan kemampuan guru dan  siswa dalam menterjemahkan kalimat dalam soal menjadi bentuk kalimat lain, misalnya dapat menyebutkan variabel-variabel yang diketahui dan yang ditanyakan. 

Pemahaman Interpretasi (kemampuan menafsirkan) adalah kemampuan dalam memahami bahan atau ide yang direkam, diubah atau disusun dalam bentuk lain, misalnya dalam bentuk grafik, peta konsep, tabel, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, pemahaman interpretasi berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menentukan konsep-konsep yang tepat untuk digunakan dalam menyelesaikan soal. Misalnya dalam menentukan peluang suatu kejadian maka konsep dasar yang harus guru dan siswa pahami adalah konsep himpunan dan pecahan. download pts sma lengkap siap edit

Pemahaman ekstrapolasi (kemampuan meramalkan) adalah kemampuan untuk meramalkan kecenderungan yang ada menurut data tertentu dengan mengutarakan konsekuensi dan implikasi yang sejalan dengan kondisi yang digambarkan. Pemahaman ekstrapolasi berkaitan dengan kemampuan siswa menerapkan konsep dalam perhitungan matematis untuk menyelesaikan soal. Misalnya, dalam mencari peluang suatu kejadian, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat ruang sampel, menentukan himpunan kejadian, dan terakhir menghitung peluang kejadian tersebut.

2. Konsep

Sampai saat ini terdapat bermacam-macam pendapat untuk menjelaskan pengertian konsep, bergantung pada sudut pandang atau persepsi seseorang. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, konsep diartikan sebagai sesuatu yang diterima dalam pikiran atau suatu ide yang umum dan abstrak. Sejalan definisi tersebut, Bruning, dkk. (dalam Suradi, 2002 : 587) mendefinisikan konsep sebagai struktur mental sehingga kita dapat mempresentasikan kategori yang bermakna. Sedangkan Rosser (dalam Dahar, 1996 ) mengungkapkan bahwa konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili satu kelas objek-objek, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan, atau hubungan-hubungan, yang mempunyai atribut-atribut yang sama.

Meskipun banyak definisi tentang konsep yang diungkapkan para ahli. namun terdapat beberapa ciri umum dari konsep (Dahar, 1996), yaitu: (1) konsep merupakan buah pikiran yang dimiliki seseorang ataupun sekelompok orang, (2) konsep timbul sebagai hasil dari pengalaman manusia, lebih dari sekedar satu benda, peristiwa atau fakta, konsep itu adalah suatu generalisasi, (3) konsep adalah hasil berpikir abstrak manusia yang merangkum banyak pengalaman, (4) konsep merupakan kaitan fakta-fakta atau pemberian pola pada fakta-fakta, (5) suatu konsep dianggap kurang tepat disebabkan timbulnya fakta-fakta baru dan karena itu konsep bersangkutan harus mengalami perubahan.

Sehubungan dengan tingkat pencapaian konsep, Kausmeier (dalam Dahar, 1996 : 88) menghipotesiskan bahwa ada empat, yaitu: (1) tingkat konkrit, (2) tingkat identitas, (3) tingkat klasifikasi, (4) tingkat formal. Seseorang telah mencapai tingkat konkrit apabila orang itu mengenal suatu benda yang telah dihadapi sebelumnya.  

Mempelajari matematika berarti belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam bahasan yang dipelajari serta berusaha mencari hubungan-hubungannya. Karso, dkk. (1993 : 10) mengemukakan bahwa mempelajari matematika tidak lepas dari penelaahan bentuk-bentuk atau struktur yang abstrak dan mencari hubungan-hubungan diantara hal-hal itu. Untuk mempelajari struktur-struktur atau hubungan-hubungannya maka kita perlu memahami konsep-konsep yang ada dalam matematika download pts sma lengkap siap edit

Konsep dalam matematika menurut Dienes (dalam Ruseffendi, 1991 : 157) adalah struktur matematika yang terdiri dari tiga macam, yaitu :

(1) Konsep murni matematika (pure mathematical concepts); berkenaan dengan mengelompokan bilangan dan hubungan antara bilangan tanpa mempertimbangkan bagaimana bilangan itu disajikan.

(2) Konsep notasi (notational concepts); berkenaan dengan sifat-sifat bilangan sebagai akibat dari bilangan itu disajikan.

(3) Konsep terapan (applied concepts); berkenaan dengan aplikasi konsep murni dan konsep notasi dalam pemecahan soal-soal matematika, dan dalam bidarig studi lain yang berhubungan

Soejadi (dalam Suradi, 2002 : 588) mengungkapkan bahwa konsep dalam matematika merupakan salah satu objek disamping tiga objek lain, yaitu: fakta, operasi, dan prinsip. Konsep-konsep dalam matematika pada umumnya disusun dari konsep-konsep terdahulu dan juga fakta-fakta. Sedang untuk menunjukkan suatu konsep tertentu digunakan batasan atau definisi.

Pernyataan-pernyataan di atas memberikan gambaran bahwa suatu konsep pada umumnya digunakan secara berkesinambungan untuk menjelaskan konsep­konsep yang lain dalam matematika, karena sifat matematika adalah hirarkis. Dengan demikian, kesalahan konsep yang diterima oleh siswa akan berakibat fatal untuk mempelajari konsep-konsep berikutnya yang berkaitan dengan konsep tersebut.

Suradi (2002 : 589) mengungkapkan bahwa konsep dalam matematika berguna untuk:

(1) Menarik deduksi atau konklusi. Karena matematika bersifat deduktif maka dengan konsep kita dapat mengetahui bahwa klasifikasi yang kita lakukan adalah benar.

(2) Komunikasi. Komunikasi tidak akan berlangsung dengan baik jika konsep yang dibicarakan tidak jelas.

(3) Generalisasi. Konsep yang sudah diketahui dapat digunakan untuk membuat generalisasi.

(4) Memperoleh pengetahuan baru. Misalkan dalam bidang fisika, dengan bantuan sinus dapat didefinisikan indeks bias suatu zat yang tembus cahaya

C.DOWNLOAD CONTOH PTS SMA LENGKAP

BAB III
METODE PENELITIAN  TINDAKAN 

Dalam teknik penelitian tindakan ini penulis menghadirkan suatu konsep penelitian tindakan kolaboratif  yakni perpaduan anatara dua model penelitian tindakan kelas dengan tindakan sekolah sebagai parameter penelitian tindakan, penulis selaku supervisor kependidikan tingkat SMA di Kecamatan _________ Kabupaten ________   sedangkan sebagai observer sedangkan guru yang mengajar matematika  di SMA Negeri  _______ Kecamatan ________ Kabupaten ________  Propinsi ______.

Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti, 1997: 8) mengelompokkan penelitian tindakan menjadi empat macam yaitu, (a) guru sebagai peneliti; (b) penelitian tindakan kolaboratif; (c) simultan terintegratif; (d) administrasi sosial eksperimental. 

Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, penanggung jawab penuh penelitian ini adalah guru. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.download pts sma lengkap siap edit

Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun, kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan dilakukan seperti biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini diharapkan didapatkan data yang seobjektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan. 

A.  Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

1.  Tempat Penelitian 

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di  SMA Negeri  _______ Kecamatan ________ Kabupaten ________  Propinsi ______. 

2.  Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan    _____ sampai   _______ semester    ____ tahun pelajaran  _____/______.

3.  Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah beberapa guru yang mengajar bidang studi matematika di SMA Negeri _______ Kecamatan ________ Kabupaten ________  Propinsi ______. 

B.  Rancangan Penelitian Tindakan 

Dalam rancangan penelitian ini, penulis selaku pengawas SMA di Kecamatan  _____ Kabupaten ______  sekaligus peneliti, maka penelitian ini menggunakan penelitian kolaborasi antara PTS dengan PTK. PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.

Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru (Mukhlis, 2000: 5).

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu ke tahap yang berikutnya. Setiap tahap meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada tahap berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi.  

C.  Instrumen Penelitian 

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1.  Silabus

Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian Kinerja Guru. 

2.  Rencana Pelajaran (RP)

Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian Kinerja Guru, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan belajar mengajar.

3.  Lembar Kegiatan Siswa

Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen.

4. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar

a. Lembar observasi pengolahan metode pembelajaran kooperatif model  SQ3R, untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.

b. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. 

5.    Tes formatif

Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematika akhir putaran.PTS SMA TERBARU

D.  Metode Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan metode pembelajaran  SQ3R, observasi aktivitas siswa dan guru angket motivasi siswa, dan tes formatif.

E.  Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui Kinerja Guru yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.download pts sma lengkap siap edit

D.PTS SMA LENGKAP TERBARU DOC

DAFTAR PUSTAKA

Aulia, N. (2003). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Students Team Achievement Division (STAD) dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika, FPMIPA UPI Bandung :Tidalc diterbitkan.

Blake, W.M. The ,SQ3R Reading Method.Tersedia :http://www.iss.stthomas.edu/studiguides texredz.humi.

Budiarti, S. (2002). Pengembangan Siswa Melalui Interaksi dalam Pembelajaran Matematika Realistik. FPMIPA UPI Bandung : Tidal( diterbitkan.Dahar, R.W. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta : Erlang;a.
Karso dan Darmadjo. (1993). Dasar-Dasar Pendidikan MIPA (D-II PGSMP). Jakarta : Depdikbud.

Nurdin, M. dkk. (1999). Matematika VI-b . Bandung:PT. Remaja Rosda Karya.

Ruseffendi, E.T. (2001). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang lainnya. Semarang : !KIP Press.
Soedarso. (2002). Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Elektif: Jakarta Gramedia.

Sudrajat. (2001). Penerapan SQ3R Pada Pembelajaran Tindak Lanjut Untuk Peningkatan Kemampuan Komunikasi dalam Matematika . FPMIPA UPI Bandung :Tidak Diterbitkan.
Suradi. (2003). Teori Pembentukan Konsep dan Hubungannya dengan Pembelajaran Matematika. Jurnal Matematik, VIII, 5817- I 591.
Tampubolon. (1987). Kemampuan Membaca, Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung : Angkasa.
Tim Pelatih Proyek PGSM. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Depdikbud.

Terima kasih telah berkunjung ke Blog kami yang membahas PTS SMA TERBARU semoga bermanfaat.