Jumat, 05 Februari 2021

CONTOH PTK PPKN SD KELAS 4 MODEL PBL DOC KURIKULUM 2013

CONTOH PTK PPKN SD KELAS 4 MODEL PBL DOC-Berdasarkan hasil penelitian diatas, ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas ini yang dapat dijadikan simpulan yaitu: 1) Skor rata-rata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Pada pada siklus I pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 60,92 (Tidak Tuntas), siklus I pertemuan 2 memperoleh nilai rata-rata 70,80 (Tidak Tuntas), siklus II pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 79,32 (Tidak Tuntas), siklus II pertemuan 2 memperoleh nilai rata-rata 89,92 (Tuntas), menunjukan peningkatan signifikan sebesar 20 poin. 2) Skor rata-rata aktivitas siswa yang kurang relevan dalam pembelajaran mengalami penurunan dari siklus I pertemuan 1 17% menjadi 0% pada siklus II pertemuan 2. Menunjukan keberhasilan motivasi guru dengan PBL. 3) Skor rata-rata hasil tes siswa, pada siklus I pertemuan 1 sebesar 64,17 dengan rata-rata persentase ketuntasan belajar 42%, siklus I pertemuan 2 memperoleh nilai rata-rata 73,64 (Tidak Tuntas) dengan rata-rata ketuntasan belajar siswa 46%, siklus II pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 83,18 (Tuntas) dengan rata-rata ketuntasan belajar siswa 83%, siklus II pertemuan 2 memperoleh nilai rata-rata 92,73 (Tuntas) dengan rata-rata ketuntasan belajar siswa 100% menunjukan peningkatan signifikan sebesar 28,56 poin dan 58% untuk ketuntasan belajar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah materi PPKn dalam pembelajaran siswa kelas IV-A di SDN ........... tahun pelajaran 20../20...ptk pkn sd doc

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel PPKN SD KELAS IV yang diberi judul “MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN PPKn DENGAN MODEL PBL PADA SISWA KELAS IV-A DI SDN ..........TAHUN PELAJARAN 20../20..”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PPKN SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS/WA/TM ke 081-7283-4988 dengan Format PESAN  PTK 068 SD  ).

A.DOWNLOAD PTK PKN SD LENGKAP TERBARU DOC

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus. contoh ptk pkn sd kelas 4 lengkap

Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan yang memasung hak-hak asasi manusia, hak-hak warga negara untuk dapat menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non pemeritahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi serta demi peningkatan martabat kemanusian, kesejahteraan, kebahagiaan, kecerdasan dan keadilan. 

 Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship Education) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosiokultural, bahasa, usia, dan suku bangsa. 

Memahami sejarah dan semangat komitmen para pendiri Negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar Negara. Dari Kompetensi Dasar tersebut, penulis memilih meganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam rangka peserta didik dapat memahami sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar Negara dengan benar sebagai landasan judul penelitian tindakan kelas ini.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran PPKn karena selama ini pelajaran PPKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar PPKn siswa di sekolah. 

Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar PPKn siswa rendah yaitu faktor internal dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar, intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan belajar, startegi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan. 

Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa (Focus on Learners), memberikan pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan nyata (provide relevant and contextualized subject matter) dan mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa.

Disinilah guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn. Dalam hal ini penulis memilih model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah peserta didik dapat memahami pelajaran PPKn. Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu proses belajar mengajar didalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul, setelah itu tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang berbeda diantara mereka.

B.CONTOH JUDUL PTK PPKN LENGKAP

BAB II
LANDASAN TEORI


A. Kajian Teori
1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan (reinforcement), sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience), demikian pendapat John Dewey, salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach.
Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif, megarah kepada kesmpurnaan, misalnya dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain), aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.contoh pkp pkn kelas 4

2. Pengertian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak dan karakter warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelajaran PPKn dalam rangka “nation and character building”:
a. PPKn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang ditopang berbagai disiplin ilmu yang releven, yaitu: ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psokoliogi dan disiplin ilmu lainnya yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan kajian-kajian terhadap proses pengembangan konsep, nilai dan perilaku demokrasi warganegara.

b. PPKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik. Pengembangan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warganegara yang cerdas dan berdaya nalar tinggi. PKn memusatkan perhatiannya pada pengembangan kecerdasan warga negara (civic intelegence) sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi.
c. PPKn sebagai suatu proses pencerdasan, maka pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah yang lebih inspiratif dan partisipatif dengan menekankan pelatihan penggunaan logika dan pealaran. Untuk menfasilitasi pembelajaran PPKn yang efektif dikembangkan bahan pembelajaran yang interaktif yang dikemas dalam berbagai paket seperti bahan belajar tercetak, terekam, tersiar, elektronik, dan bahan belajar yang digali dari ligkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung (hand of experience).

d. Kelas PPKn sebagai laboratorium demokrasi. Melalui PPKn, pemahaman sikap dan perilaku demokratis dikembangkan bukan semata-mata melalui ‘mengajar demokrasi” (teaching democracy), tetapi melalui model pembelajaran yang secara langsung menerapkan cara hidup secara demokrasi (doing democracy). Penilaian bukan semata-mata dimaksudkan sebagai alat kedali mutu tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa sehingga lebih dapat berhasil dimasa depan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh termasuk portofolio siswa dan evaluasi diri yang lebih berbasis kelas.

B. Kerangka Berpikir
1. Meningkatkan hasil belajar PPKn melalui model Problem Based Learning
Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas, bertanggung jawab bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hasil belajar PPKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PPKn berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia, keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif, subsumatif dan sumatif), unjuk kerja (performance), penugasan (Project), hasil kerja (product), portofolio, sikap serta penilaian diri.

C.PROPOSAL PEMBUATAN PTK KURIKULUM 2013

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan pengembangan metode dan strategi pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama untuk peneliti dan decision maker tentang variable yang dimanipulasikan dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap, yakni: 1) perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) observasi, dan evaluasi. 4) Refleksi dalam tahap siklus dan akan berulang kembali pada siklus-siklus berikutnya. Aspek yang diamati dalam setiap siklusnya adalah kegiatan atau aktifitas siswa saat mata pelajaran PPKn dengan pendekatan problem based learning (pembelajaran berbasis masalah) untuk melihat perubahan tingkah laku siswa, untuk mengetahui tingkat kemajuan belajarnya yang akan berpengaruh terhadap hasil belajar dengan alat pengumpul data yang sudah disebutkan diatas.

Data yang diambil adalah data kuantitatif dari hasil tes, presensi, nilai tugas serta data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, antusias siswa, partisipasi dan kerjasama dalam diskusi, kemampuan atau keberanian siswa dalam melaporkan hasil. Instrument yang dipakai berbentuk: 1) soal tes, 2) observasi, 3) catatan lapangan. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengukur indikator keberhasilan yang sudah dirumuskan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SDN ......... pada siswa kelas IV-A, dengan jumlah siswa 24 orang, yang terdiri dari siswa memiliki latar belakang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan berlangsung. Penelitian direncanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai pada bulan Juli sampai dengan September 2018.


C. Prosedur Penelitian

1. Siklus I

a. Perencanaan

Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah.

Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Memilih bahan pelajaran yang sesuai.

Menentukan skenario pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah. (PBL).

Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat Bantu yang dibutuhkan.

Menyusun lembar kerja siswa.

Mengembangkan format evaluasi.

Mengembangkan format observasi pembelajaran.

 

b. Tindakan

Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran.

Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber.

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang terdapat pada buku sumber.

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari.

Siswa berdiskusi membahas masalah (kasus) yang sudah dipersiapkan oleh guru.

Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusi.

Siswa mengerjakan lembar kerja siswa (LKS).

c. Pengamatan ptk pkn kelas 4 sd semester 1

Melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu dengan alat perekam, catatan anekdot untuk mengumpulkan data.

Menlai hasil tindakan dengan menggunakan format lembar kerja siswa (LKS).

d. Refleksi

Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.

Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran dan lembar kerja siswa.

Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus berikutnya.

D.PENELITIAN PTK PPKN SD KELAS IV TERBARU

DAFTAR PUSTAKA


Affan Gaffar, 2002, Politik Indonesia, Transisi menuju Demokrasi, Jogjakarta, Pustaka Pelajar.

Alfian, 1980, Politik, Kebudayaan dan Manusia Indonesia, Jakarta, LP3ES.

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bina Aksara.

Asshiddiqie, Jimly, 2005, Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan dalam UUD 1945, Jogjakarta, FHUII Press.

BP7 Pusat, 1995, UUD 1945, P4, GBHN, Bahan Penataran P4, Jakarta, BP7 Pusat
Budimansyah, Dasim, 2002, Model Pembelajaran dan Penelian Portofolio, Bandung, PT. Genesindo.

Budiardjo, Prof. Miriam, 1995, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, Gramedia.

Depdiknas, 2006, Standar Kompetensi Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan tahun 2006, Jakarta, Depdiknas.

E Mulyana, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteistik Dan Implementasi ( Bandung, Remaja Rosda Karya, 2003) Halaman 45.

Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, 1984, Budaya Politik, Jakarta, Bina Aksara
Kaelan, MS, 2004, Pendidikan Pancasila, Jogjakarta, Edisi reformasi, penerbit Paradigma.

Lemhanas, 2001, Pendidikan Kewarganegaraan., Jakarta, Gramedia Pustaka Umum.

Magnis-Suseno, Franz, 200, Etika Politik, Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, Jakarta, Gramedia.

Malian, Sobirin dan Marzuki Suparman, 2003, Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia, Jogjakarta, UII Press.

Nadiroh, Profesionalisme Guru Pkn Sebagai Esensi Dari Social Studies, Dalam Jurnal Diamika Pendidikan ( Jurnal Pasca Sarjana Unj) Volume 1, No.1, Sept. 2007, P. 1-2.

Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta, Bina Aksara, 1998, h. 2.

Terima kasih telah berkunjung di blog kami yang membahas PTK PPKN SD.Semoga PTK  ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuan