Minggu, 07 Februari 2021

CONTOH LENGKAP PTK IPA KELAS IV SD MATERI ENERGI

CONTOH LENGKAP  PTK IPA KELAS IV SD MATERI ENERGI-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar khususnya pembelajaran IPA tentang Energi di SD Negeri 3... . Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Pada siklus I dilakukan dalam dua kali pertemuan dan pada siklus II juga dilakukan dalam dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan lembar observasi dan dengan mengadakan post tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 80 % dari seluruh siswa kelas IV telah mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 65 (~65). PTK ipa sd kelas 4 pdf

Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi awal siswa yang nilainya memenuhi KKM terdapat 10 siswa (33,33%) dan yang belum memenuhi KKM terdapat 20 siswa (66,67%). Siklus I menerapkan metode belajar kelompok terjadi peningkatan cukup signifikan yaitu terdapat 21 siswa memenuhi KKM (70%) dan 9 siswa (30%) belum memenuhi KKM yang ditetapkan. Pada siklus II terdapat 26 siswa memenuhi KKM (86,67%) dan 4 siswa (13,33%) belum memenuhi KKM yang ditetapkan. Persentase ketuntasan belajar 80,73%, sudah tuntas karena sudah mencapai ketuntasan belajar ~ 80%. Disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga konkret pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV Semester II SD Negeri 3... Kecamatan ... Kabupaten .....

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SD yang diberi judul “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA KONKRET TENTANG ENERGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 ... KABUPATEN ..." . Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SD KELAS IV lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0817-283-4988  dengan Format PESAN PTK  025 SD).

A.DOWNLOAD  LENGKAP PTK IPA SD TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum Sekolah Dasar salah satu isi program pengajaran adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Pengetahuan Alam. Fungsinya yaitu untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ilmiah siswa serta rasa cinta dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, maka dalam pelaksaannya haruslah diciptakan kondisi pembelajaran IPA secara aktif, kreatif, dan efektif dengan memaksimalkan pemanfaatan berbagai sarana dan prasarana yang ada. Penyajian pelajaran hendaknya memanfaatkan berbagai sarana penunjang seperti perpustakaan, alat peraga, lingkungan, dan budaya serta masyarakat dan nara sumber.
Tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan (PAKEM), sehingga sangat bertolak belakang bila seorang guru hanya berceramah saat mengajar. Bila hal ini terus menerus dilakukan oleh seorang guru, tentunya minat siswa pun sangat kurang untuk mengikuti pelajaran yang akan berakibat pada pencapaian hasil belajar pada peserta didik.

Pada pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri 3...  Kecamatan ........... Kabupaten ........... Semester II Tahun 2011/2012, pembelajaran IPA yang dilakukan masih menggunakan pembelajaran yang konvensional yaitu menggunakan pola pembelajaran interaksi searah yaitu dari guru kepada siswa. Pembelajaran kurang merangsang siswa untuk belajar mandiri bahkan siswa cenderung pasif atau bahkan di dalam kelas siswa cenderung hanya diam, duduk, dengar, melihat guru yang menerangkan di depan kelas, dan guru hampir tidak pernah menggunakan media pembelajaran. Contoh ptk ipa sd lengkap Dampak dari pembelajaran ini menjadikan siswa nampak jenuh, bosan, melamun bahkan mengantuk, akibatnya terjadi masalah belajar kurang maksimal.
Latar belakang dari masalah itu disebabkan dari faktor yang berbeda, antara lain: (a) satu kelas terdapat puluhan siswa yang masing-masing individu memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda, (b) media yang kurang bervariasi dan (c) kurangnya kemampuan guru dalam merancang strategi pembelajaran.

Hasil observasi dari pembelajaran IPA, bahwa perolehan nilai tes siswa kelas IV Semester I Tahun 2011/2012, dapat dikatakan masih rendah, terbukti dari nilai rata-rata siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65 sebanyak 17 siswa dari jumlah siswa yaitu 30 atau 54,5 % siswa belum memenuhi standar ketuntasan yang ditentukan.
Dari hasil observasi diatas kemungkinan besar disebabkan pelaksanaan pembelajarannya masih disampaikan dengan menggunakan model ceramah sebagai model yang lebih dominan diterapkan daripada model lain dan peneliti belum menerapkan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga. Jika penerapan model pembelajaran untuk mata pelajaranIPA hanya menggunakan model ceramah sebagai model utama, maka proses belajar akan terasa membosankan bagi siswa karena terasa monoton.Kondisi ini diduga akan sangat mempengaruhi hasil belajar, minat belajar, motivasi belajar dan daya tarik siswa dalam mengikuti pelajaran serta berkaitan pula dengan masa depan siswa.

Berdasarkan permasalahan diatas perlu adanya tindakan yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaaan alat peraga untuk 2 siklus. Siklus 1 dengan menerapkan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga dengan kelompok besar dimana jumlah anggota kelompok 6 siswa dengan komposisi 1 siswa kemampuan tinggi, 3 siswa kemampuan sedang dan 2 siswa kemampuan rendah. Sedangkan untuk siklus 2 dengan menerapkan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga dengan kelompok kecil dimana jumlah anggota kelompok 5 siswa dengan komposisi 1 siswa kemampuan tinggi, 2 siswa kemampuan sedang dan 2 siswa kemampuan rendah.
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mengadakan penelitian tindakan kelas tentang upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga bagi siswa kelas IV SD Negeri ........... Kecamatan ........... Kabupaten ...........

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan peneliti terdapat masalah yang dihadapi guru dalam saat proses belajar mengajar. Adapun masalah - masalah yang terjadi dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Mengapa hasil belajar IPA masih rendah?
2. Mengapa hasil belajar IPA perlu ditingkatkan?
3. Faktor – faktor apa yang menyebabkan hasil belajar IPA masih rendah?
4. Bagaimana caranya agar hasil belajar IPA dapat ditingkatkan?
5. Apa yang harus dilakukan guru supaya hasil belajar IPA dapat meningkat?
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka dalam penelitian ini perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
Apakah melalui penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga konkrit dapat meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan energi bagi siswa kelas IV SD Negeri ........... Kecamatan ........... Kabupaten ........... pada semester 2 tahun pelajaran 2011/2012
D. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan atas perumusan masalah di atas penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui pembelajaran kooperatif TIPE STAD dan penggunaan alat peraga konkrit tentang energi bagi siswa kelas IV SD Negeri ........... Kecamatan ........... Kabupaten ........... pada semester II tahun pelajaran 2011/2012

E. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan ada manfaatnya bagi dunia pendidikan. Adapun manfaat dari penelitian adalah sebagai berikut :
1. Manfaat bagi siswa
Dapat meningkatkan hasil belajar IPA
2. Manfaat bagi guru
a. Mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga
b. Membantu guru dalam pemilihan model pembelajaran yang sesuai sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih menarik minat dan motivasi siswa.
3. Manfaat bagi sekolah
Memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran, guna meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.

B.CONTOH PTK IPA DENGAN MATERI ENERGI KELAS IV SD WORD

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Pembelajaran IPA
a. Hakekat Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting karena semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menimbulkan berbagai perubahan yang melanda aspek kehidupan manusia. Dalam perkembangannya konsep belajar mengajar beralih ke konsep belajar efektif.
Menurut Winkel (1997:56) mengemukakan bahwa belajar sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan -perubahan dalam pengetahuan¬pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap, dimana perubahan tersebut bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Download ptk ipa sd

Belajar adalah aktivitas manusia dimana semua potensi manusia dikerahkan, kegiatan ini tidak terbatas hanya pada kegiatan mental intelektual, tetapi juga melibatkan kemampuan-kemampuan yang bersifat emosional bahkan tidak jarang melibatkan kemampuan fisik. Menurut Dimyati (1999:3) hasil belajar diperoleh dari suatu interaksi tindak lanjut dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Dalam pembelajaran guru berperan membuat desain instruksional, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, mengajar atau membelajarkan, mengevaluasi hasil belajar mengajar yang berupa dampak pengajaran, sedangkan peran siswa adalah bertindak belajar, yaitu mengalami proses belajar, mencapai hasil belajar dan menggunakan hasil belajar sebagai acuannya.

Pembelajaran dapat di difinisikan sebagai suatu system atau proses membelajarkan subyek didik / pembelajaran yang direncanakan ayau di desain, di laksakan, dan di evaluasi secara sistematis agar subyek didik / pembelajaran dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran ( pengertian secara umum ) adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa bebubah kearah yang lebih baik”. ( Darsono, 2001 )
Jadi dalam pembelajaran, guru membelajarkan siswa dengan kata lain membuat siswa belajar untuk mencapai hasil yang optimal. Selain itu, dalam pembelajaran akan terjadi interaksi antara siswa denagn lingkungannya.
Secara umum ciri – cirri pembelajaran antara lain :
 Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.
 Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.
 Pembelajaran dapat menyediakan bahan menarik dan menantang bagi siswa.
 Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.
 Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
 Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.

b. Hasil Belajar
Keberhasilan suatu pengajaran salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), hasil belajar siswa menunjukkan kompetensi siswa, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Untuk dapat mengembangkan kompetensi, maka proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa. 
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Apabila dikaitkan dengan belajar, maka pengertian prestasi akan mengarah pada hasil belajar yang telah dicapai. Hasil belajar merupakan suatu proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan, kecakapan, kebiasaan, atau sikap yang diperoleh, disimpan, dan dilaksanakan dengan menimbulkan tingkah laku menetap.

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang sebagai hasil dari proses belajar yang dapat tercermin dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, sikap, dan keterampilan terhadap ilmu yang dipelajarinya.

c. Hakekat IPA
IPA sebagai ilmu terdiri dari produk dan proses. Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf Produk IPA terdiri atas fakta (misalnya : orang menghirup udara dan mengeluarkan udara dari hidungnya, biji kacang hijau muncul hipokotil dan dan epikotilnya dan akan bertambah panjang ukurannya saat ditanam pada kapas yang disiram air), konsep (misalnya: udara yang dihirup ke dalam paru-paru lebih banyak kandungan oksigennya dibandingkan udara yang dikeluarkan dari paru-paru, logam memuai bila dipanaskan), prinsip (misalnya: kehidupan memerlukan energi, benda tak hidup tidak mengalami pertumbuhan), prosedur (misal, pengamatan, pengukuran, tabulasi data, analisis data) teori, (misalnya: teori evolusi, teori asal mula kehidupan), hukum dan postulat (misalnya, hukum Boyle, Archimedes, Postulat Kock). Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah melalui metoda ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah.

Ditinjau dari segi proses, maka IPA memiliki berbagai keterampilan sains, misalnya: (a) mengidentifikasi dan menentukan variabel tetap/bebas dan variabel berubah/tergayut, (b) menentukan apa yang diukur dan diamati, (c) keterampilan mengamati menggunakan sebanyak mungkin indera (tidak hanya indera penglihat), mengumpulkan fakta yang relevan, mencari kesamaan dan perbedaan, mengklasifikasikan, (d) keterampilan dalam menafsirkan hasil pengamatan seperti mencatat secara terpisah setiap jenis pengamatan, dan dapat menghubung¬hubungkan hasil pengamatan, (e) keterampilan menemukan suatu pola dalam seri pengamatan, dan keterampilan dalam mencari kesimpulan hasil pengamatan, (f) keterampilan dalam meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan hasil-hasil pengamatan, dan (g) keterampilan menggunakan alat/bahan dan mengapa alat/bahan itu digunakan. Selain itu adalah keterampilan dalam menerapkan konsep, baik penerapan konsep dalam situasi baru, menggunakan konsep dalam pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi, maupun dalam menyusun hipotesis. Keterampilan IPA juga menyangkut keterampilan dalam berkomunikasi seperti (a) keterampilan menyusun laporan secara sistematis, (b) menjelaskan hasil percobaan atau pengamatan, (c) cara mendiskusikan hasil percobaan, (d) cara membaca grafik atau tabel, dan (e) keterampilan mengajukan pertanyaan, baik bertanya apa, mengapa dan bagaimana, maupun bertanya untuk meminta penjelasan serta keterampilan mengajukan pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis. Jika aspek-aspek proses ilmiah tersebut disusun dalam suatu urutan tertentu dan digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi, maka rangkaian proses ilmiah itu menurut Towle (1989) menjadi suatu metode ilmiah.

d. Hasil Belajar IPA
Hasil belajar IPA merupakan hasil belajar yang telah dicapai pada mata pelajaran IPA yang ditunjukkan dari nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru IPA. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA merupakan hasil yang telah dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajar yang ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai dari hasil evaluasi yang diberikan oleh guru IPA.
2. Penerapan Pembelajaran Kooperatif TIPE STAD
a. Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuan berbeda . dalam menyelesaikan tugas kelompoknya,setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama Menurut Johnson dan Johonson bahwa “studi cooperative akan meningkatkan kontak di antara siswa dan memberikan dasar bagi para siswa untuk saling berbagi kesamaan yang menyenangkan dan membuat mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang berarti merupakan pengaruh yang positif di antara siswa, (Robert E. Salavi 2008).

b. Pembelajaran kooperatif STAD(Student Team Achievement Division) 
Pembelajarankooperatif metode STAD merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa dalam pembelajaran kooperatif STAD dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Kelompok kecil ini mempunyai anggota 4-6 siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, rendah, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan apabila memungkinkan berasal dari suku, agama dan etnis yang berbeda (Ibrahim, 2000: 20).
Menurut Maidiyah (1998: 7-13) langkah-langkah pembelajaran kooperatif metode STAD adalah sebagai berikut :
a. Persiapan STAD
1) Materi
Materi pembelajaran kooperatif metode STAD dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok. Sebelum menyajikan materi pembelajaran, dibuat lembar kegiatan (lembar diskusi) yang akan dipelajari kelompok kooperatif dan lembar jawaban dari lembar kegiatan tersebut.
2) Menetapkan siswa dalam kelompok
Kelompok siswa merupakan bentuk kelompok yang heterogen. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Bila memungkinkan harus diperhitungkan juga latar belakang, ras dan sukunya. Guru tidak boleh membiarkan siswa memilih kelompoknya sendiri karena akan cenderung memilih teman yang disenangi saja. 

3) Menentukan Skor Awal
Skor awal siswa dapat diambil melalui Pre Test yang dilakukan guru sebelum pembelajaran kooperatif metode STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, skor awal dapat diambil dari nilai rapor siswa pada semester sebelumnya.
4) Kerja sama kelompok
Sebelum memulai pembelajaran kooperatif, sebaiknya diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok.
5) Jadwal Aktivitas
STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur, yaitu penyampaian materi pelajaran oleh guru, kerja kelompok, tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas.
b. Mengajar
Setiap pembelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi kelas, yang meliputi pendahuluan, pengembangan, petunjuk praktis, aktivitas kelompok, dan kuis. Dalam presentasi kelas, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 
1) Pendahuluan
a) Guru menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting untuk memunculkan rasa ingin tahu siswa. PTK ipa sd kelas 4 pdf Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi teka-teki, memunculkan masalah- masalah yang berhubungan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagainya.
b) Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menentukan konsep atau untuk menimbulkan rasa senang pada pembelajaran.

2) Pengembangan
a. Guru menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran
b. Guru menekankan bahwa yang diinginkan adalah agar siswa mempelajari dan memahami makna, bukan hafalan.
c. Guru memeriksa pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan.
d. Guru menjelaskan mengapa jawabannya benar atau salah.
e. Guru melanjutkan materi jika siswanya memahami pokok masalahnya.
3) Praktek terkendali
a) Guru menyuruh siswa mengajarkan soal-soal atau jawaban pertanyaan¬pertanyaan yang diajukan oleh guru.
b) Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru. Hal ini akan menyebabkan siswa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diajukan.
c) Guru tidak perlu memberikan soal atau pertanyaan yang lama penyelesaiannya pada kegiatan ini. Sebaliknya siswa mengerjakan satu atau dua soal, dan kemudian guru memberikan umpan balik.

c. Kegiatan Kelompok
1)  Pada hari pertama kegiatan kelompok STAD, guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok, yaitu:
a) Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru.
b) Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran.
c) Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru.
d) Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan.
2) Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan- peraturan lain sesuai kesepakatan bersama. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah:
a) Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya.
b) Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya.
c) Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok tergantung pada tujuan yang dipelajarinya. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus mengerjakan sendiri dan selanjutnya mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. Jika ada seorang teman yang belum memahami, teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan.
d) Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisi dan dipelajari. Dengan demikian setiap siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya.

3) Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok. Sesekali guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi.
d. Kuis atau Tes
Setelah siswa bekerja dalam kelompok selama kurang lebih dua kali penyajian, guru memberikan kuis atau tes individual. Setiap siswa menerima satu lembar kuis. Waktu yang disediakan guru untuk kuis adalah setengah sampai satu jam pelajaran. Hasil dari kuis itu kemudian diberi skor dan akan disumbangkan sebagai skor kelompok.
e. Penghargaan Kelompok
1) Menghitung skor individu dan kelompok
Setelah diadakan kuis, guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu. Contoh ptk ipa sd lengkap Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa.
2) Menghargai hasil belajar kelompok
Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok, guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi. Setelah itu guru memberi penghargaan kepada kelompok tersebut yang berupa sertifikat atau berupa pujian. Untuk pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru.

f. Mengembalikan kumpulan kuis yang pertama
Guru mengembalikan kumpulan kuis pertama kepada siswa.
Sedangkan keuntungan model pembelajaran kooperatif STAD untuk jangka pendek menurut Soewarso (1998:22) sebagai berikut :
a. Model pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas.
b. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah, karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya.
c. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama.
d. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya.
e. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.
f. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan.
g. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama.

c. Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan kelompok besar
Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan kelompok besar pada penelitian ini adalah menggunakan pembagian kelompok dengan jumlah anggota 5-6 siswa. Adapun komposisi anggota kelompok terdiri dari siswa yang heterogen terutama dilihat dari kemampuannya. Dalam hal ini pembagian kelompok berdasarkan kemampuan siswa yaitu bagi yang beranggotakan 6 terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 3 siswa berkemampuan sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah. Sedangkan bagi yang beranggotakan 5 siswa terdiri dari dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 2 siswa berkemampuan rendah.
Dengan komposisi kelompok yang heterogen diharapkan terjadi interaksi belajar antar siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

d. Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan kelompok kecil.
Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan kelompok kecil pada penelitian ini adalah menggunakan pembagian kelompok dengan jumlah anggota 3-4 siswa. Adapun komposisi anggota kelompok terdiri dari siswa yang heterogen terutama dilihat dari kemampuannya. Dalam hal ini pembagian kelompok berdasarkan kemampuan siswa bagi kelompok yang beranggotakan 4 siswa terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan rendah. Sedangkan bagi kelompok yang beranggotakan 3 siswa terdiri dari 1 siswa berkemampuan tinggi, 1 siswa berkemampuan sedang, dan 1 siswa berkemampuan rendah.
Dengan pembentukan kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama dan bertujuan agar semua siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga timbul interaksi antar sesama siswa yang saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal.
3. Penggunaan Alat Peraga Konkret
a. Pengertian alat peraga
Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002 :59 ). Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat Bantu atau alat peraga memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Contoh ptk ipa sd kelas 4 Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.

b. Jenis-jenis alat peraga
Adapun beberapa contoh alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajar yaitu:
a.  Gambar adalah suatu bentuk alat peraga yang nampaknya saling dikenal dan saling dipakai, karena gambar disenangi oleh anak berbagai unur, diperoleh dalam keadaan siap pakai, dan tidak mengita waktu persiapan.
b. Papan tulis. Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis dapat dirima dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu menjadi seorang seniman untuk memakai papan tulis. Kalimat yang pendek, beberapa gambaran orang yang sederhana sekali, sebuah diagram, atau empat persegi panjang dapat menggambarkan orang, kota atau kejadian.

c. Adapun tujuan dari alat peraga untuk:
1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas.
2. Mengembangkan sikap yang dikehendaki.
3. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut. Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh kesanggupan seorang anak perlu dirangsang, digunakan dan libatkan, sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang dipelajari. Panca indera yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah “ mendengar” melalui pendengaran, anak mengikuti peristiwa¬peristiwa dan ikut merasakan apa yang disampaikan. Seolah-olah telinga mendapatkan mata. Anak melihat sesuatu dari apa yang diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat, bahwa hanya 20% dari apa yang didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang lebih dalam dapat dihasilkan jikalau apa yang diceritakan “dilihat melalui sebuah gambar “. Dengan demikian, melalui” mendengar “ dan “ melihat” akan diperoleh kesan yang jauh lebih mendalam.

d. Kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga
Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam pen gajaran yaitu:  
 Kelebihan penggunaan alat peraga yaitu:
Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti : mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.
 Kekurangan alat peraga yaitu:
Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntuk guru. Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan Perlu kesediaan berkorban secara materiil Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran alat peraga itu, antara lain terlalu menekankan bahan-bahan peraganya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan itu. Kelemahan lain adalah alat peraga dipandang sebagai “alat Bantu “ semata¬mata bagi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat peraga tersebut diabaikan. Disamping itu terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audiovisual sebagai alat Bantu guru dalam mengajar. Alat peraga yang digunakan hendaknya memiliki karakteristik tertentu.

e. Alat peraga konkret yang digunakan dalam pembelajaran
Siklus 1
a. Dua buah batu
Untuk membuktikan timbulnya panas dari gesekan
b. Gelas, sendok, air panas
Untuk menunjukkan peristiwa konduksi
c. Balon, karet gelang, kaleng susu bekas, lidi
Untuk menunjukan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar
d. Dua buah kaleng bekas, benang
Untuk menguji rambatan bunyi melalui benang
Siklus 2
a. Karton, sedotan minuman, gunting, jarum minuman
Untuk mengetahui dan memahami cara kerja mainan baling-baling kertas
b. Karton, spidol, gunting, lem
Untuk mengetahui dan memahami cara kerja mainan roket tiup kertas 

B. Kerangka Berpikir
Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal banyak dipengaruhi oleh komponen belajar mengajar. Guru sebagai salah satu sumber belajar hendaknya mampu menyediakan kondisi kelas yang kondusif dalam kegiatan belajar IPA di kelas. Sebagai perwujudannya, salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh guru adalah melakukan pemilihan dan penentuan metode pembelajaran yang tepat.
STAD dan Penggunaan alat peraga merupakan metode pembelajaran yang cocok diterapkan dalam kelas yang memiliki karakteristik yang heterogen, baik dalam kemampuan akademis, jenis kelamin, suku, motivasi dan lain-lain. Dalam pembelajaran kooperatif metode STAD ini tanggung jawab siswa terhadap proses belajar lebih besar karena siswa lebih banyak bekerja dari pada sekedar mendengarkan informasi, sehingga TIPE pembelajaran ini dapat melatih tanggung jawab siswa terhadap proses belajarnya. Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf 
Penerapan model pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga pada matapelajaran IPA diharapkan dapat tercipta suasana belajar siswa aktifyang saling berkomunikasi, saling mendengar, saling berbagi, saling memberidan menerima, yang mana keadaan tersebut selain dapat meningkatkanpemahaman terhadap materi juga meningkatkan interaksi sosial siswa,sehingga patut diduga bahwa penerapan pembelajaran model STADdan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan motivasi belajar IPA.

Selain itu pembelajaran model STAD dan penggunaan alat peraga dapat mengatasi adanya siswa yang lamban dalam belajar, dapat melatih kerjasama, berlatih untuk dapat menerima pendapat orang lain, berlatih sebagai pemimpin yang baik, berlatih bertanggung jawab, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi kelompoknya. Sehingga dari penjelasan di atas dapat diduga bahwa dengan penerapan pembelajaran model STAD dan penggunaan alat peraga konkret prestasi hasil belajar IPA akan mengalami peningkatan.
Berdasarkan paparan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa melalui penerapan pembelajaran kooperatif STAD diduga dapat meningkatkan motivasi belajar IPA sekaligus diduga dapat juga meningkatkan hasil belajar IPA.
Dari uraian di atas dapat ditunjukkan skema penelitian sebagai berikut :
Gambar 2.1 Skema penelitian

D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Melalui penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga konkret dapat meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan energi siswa kelas IV SD Negeri .........Kecamatan ........  Kabupaten ........ Tahun Pelajaran 2011-2012”

C. CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MATA PELAJARAN IPA KELAS IV

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Setting Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini direncanakan pada bulan Januari - April semester II tahun pelajaran 2011 / 2012.
Tabel 3.1

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada hari-hari efektif sesuai dengan jadwal jam pelajaran.
2. Tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 3... Kecamatan ... Kabupaten .... Semester II Tahun 2011/2012, selain itu salah satu tujuan yang dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada Kompetensi Dasar. Mengidentifikasi beberapa jenis bentuk – bentuk energi.
B. Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3...  dengan jumlah siswa 30 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Karena letak sekolah yang berada di pinggiran Desa maka kondisi siswa sangat beragam mulai dari tingkat ekonomi orang tua, tingkat pendidikan orang tua, tingkat motivasi dalam pendidikan.
Sedangkan obyek dalam penelitian ini merupakan masalah – masalah yang diteliti yaitu 1) masalah yang berkaitan dengan hasil belajar IPA dan 2) masalah yang berkaitan dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD.3) masalah yang berkaitan dengan penggunaan alat peraga.

C. Variabel Penelitian
a. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaaan alat peraga
b. Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian adalah Hasil Belajar
D. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini ada 2 yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah sumber data yang berasal dari subyek penelitian yaitu data yang diperoleh dari siswa kelas IV SD Negeri 3... Kecamatan ... Kabupaten ..... Sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data yang berasal dari selain subyek penelitiaan yaitu berupa catatan dari guru kelas IV SD Negeri 3... Kecamatan ... Kabupaten ..... PTK ipa sd kelas 4 pdf
Adapun bentuk data dalam penelitian ini yaitu data hasil belajar IPA. Sedangkan bentuk data hasil belajar IPA disajikan dalam bentuk kuantitatif yaitu berupa angka-angka ynag menunjukkan tingkat keberhasilan siswa dalam memahami dan menguasai IPA. Adapun banyaknya data yang diperoleh dalam penelitian ini ada 3 buah data yaitu 1) Data hasil belajar IPA kondisi awal, 2) Data hasil belajar IPA siklus 1, 3) Data hasil belajar IPA siklus 2.

E. Tehnik dan Alat Pengumpulan Data
1. Tehnik pengumpulan data
Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Tehnik dokumentasi
Tehnik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA kondisi awal.
b. Tehnik tes
Tehnik tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA baik untuk tindakan siklus 1 maupun siklus 2.
2. Alat pengumpulan data
Adapun alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Dokumen data nilai siswa
Dokumen data nilai siswa digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA kondisi awal.
b. Butir soal tes hasil belajar IPA untuk tindakan siklus 1
Butir soal tes hasil belajar IPA untuk tindakan siklus 1 digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA siklus 1.
c. Butir soal tes hasil belajar IPA untuk tindakan siklus 2
Butir soal tes hasil belajar IPA untuk tindakan siklus 2 digunakan untuk memperoleh data hasil belajar IPA siklus 2.

F. Validasi Data
Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa data yang diperoleh dalam penelitian ini ada 3 data yaitu :
1. Data kondisi awal,
2. Data tindakan siklus 1 dan
3. Data tindakan siklus 2.
Untuk data kondisi awal yaitu hasil belajar IPA kondisi awal tidak perlu divalidasi lagi karena data-data tersebut diambil dari dokumen sekolah.Selanjutnya untuk data-data yang diperoleh baik pada tindakan siklus 1 maupun tindakan siklus 2 dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Data hasil belajar IPA siklus 1
Data hasil belajar IPA siklus 1 diperoleh dengan tehnik tes. Agar diperoleh hasil yang valid perlu dicari validasi isinya dengan cara menyusun kisi-kisi butir soal tes hasil belajar IPA siklus 1. Kisi-kisi butir soal tes hasil belajar IPA disusun untuk mengetahui kesesuaian butir soal tes dengan kurikulum yang berlaku dan memastikan butir soal tes tidak hanya mengelompok pada pokok bahasan tertentu.
2. Data hasil belajar IPA siklus 2
Data hasil belajar IPA siklus 1 diperoleh dengan tehnik tes. Agar diperoleh hasil yang valid perlu dicari validasi isinya dengan cara menyusun kisi-kisi butir soal tes hasil belajar IPA siklus 1. Kisi-kisi butir soal tes hasil belajar IPA disusun untuk mengetahui kesesuaian butir soal tes dengan kurikulum yang berlaku dan memastikan butir soal tes tidak hanya mengelompok pada pokok bahasan tertentu.

G. Analisis Data
Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif yang diikuti dengan kegiatan refleksi. Deskriptif komparatif yaitu membandingkan data kondisi awal dengan data siklus 1 dan siklus 2. Pada penelitian ini yang dibandingkan adalah data hasil belajar IPA kondisi awal dengan data hasil belajar IPA siklus 1 dan siklus 2.
Setelah deskriptif komparatif diikuti dengan kegiatan refleksi yaitu membuat simpulan berdasarkan deskriptif komparatif, memberi ulasan dan menentukan tindak lanjut.
H. Indikator Kinerja
Indikator untuk mengukur keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Apabila nilai rata-rata kelas untuk hasil belajar IPA ~ 65 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 80 %.
I. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang berkolaborasi dengan melibatkan guru kelas. Peneliti bertindak sebagai pengajar dan observer ranah afektif, sedangkan guru kelas sebagai observer ranah psikomotorik. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan tindakan siklus 1 yaitu penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan penggunaan alat peraga dengan kelompok besar dan tindakan siklus 2 yaitu penerapan pembelajaran kooperatif STADdan penggunaan alat peraga dengan kelompok kecil.
Penelitian ini masing-masing tindakan mempunyai 4 tahapan, yaitu: 1) Membuat perencanaan tindakan, 2) Melakukan tindakan yang sesuai dengan perencanaan, 3) Mengamati tindakan yang telah dilakukan, dan 4) menganalisis dengan diawali deskriptif komparatif dan diikuti kegiatan refleksi.
Berdasarkan uraian diatas maka desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut
Gambar 2.1

Berdasarkan gambar diatas dapat diuraikan tahapan-tahapan tiap siklusnya dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tindakan siklus 1
a. Perencanaan tindakan
1. Guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2. Membuat dan melengkapi alat media pembelajaran
3. Membuat lembar observasi,
4. Mendesain alat evaluasi.
b. Pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan. Contoh ptk ipa sd lengkap Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan TIPE STAD pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan skenario pembelajaran , setiap proses pembelajaran direkam oleh observer. Skenario pembelajaran dapat dilihat pada rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP) untuk siklus 1

c. Pengamatan
Kegiatan observasi dilakukan di kelas sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun yang menjadi obyek pengamatan adalah siswa kelas IV dan observasi terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran yang dilaksanakan saat implementasi pembelajaran berlangsung, dalam hal ini guru sebagai pengajar dibantu oleh guru teman sejawat sebagai observer. Hasil observasi kemudian dianalisis dan dievaluasi tingkat keberhasilannya, selanjutnya ditentukan langkah -langkah perbaikan untuktahap pembelajaran pada siklus berikutnya
d. Refleksi
Berdasarkan hasil analisis data pada tahap observasi dan evaluasi, selanjutnya dilakukan refleksi diri tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini, guru dan teman sejawat dapat mengetahui besarnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukannya. Berdasarkan hasil refleksi ini dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus berikutnya.

2. Tindakan siklus 2
a. Perencanaan tindakan
1. Guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
2. Membuat dan melengkapi alat media pembelajaran
3. Membuat lembar observasi,
4. Mendesain alat evaluasi.
b. Pelaksanaan tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan TIPE STAD pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan skenario pembelajaran , setiap proses pembelajaran direkam oleh observer. Skenario pembelajaran dapat dilihat pada rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP) untuk siklus 2

c. Pengamatan
Kegiatan observasi dilakukan di kelas sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun yang menjadi obyek pengamatan adalah siswa kelas IV dan observasi terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa serta untuk mengetahui kendala¬kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran yang dilaksanakan saat implementasi pembelajaran berlangsung, dalam hal ini guru sebagai pengajar dibantu oleh guru teman sejawat sebagai observer. Hasil observasi kemudian dianalisi dan dievaluasi tingkat keberhasilannya. Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf
d. Refleksi
Berdasarkan hasil analisis data pada tahap observasi dan evaluasi, selanjutnya dilakukan refleksi diri tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini, guru dan teman sejawat dapat membandingkan hasil yang diperoleh pada siklus 1 dan siklus 2 kemudian menarik kesimpulan.

D.CONTOH PTK IPA SD DENGAN METODE STAD

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, S.2002. Prosedur Penelitian Suatau Pendekatan Praktek.. Jakarta : PT Rineka Cipta
Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Handayanto, S.K. 2000. Pembelajaran kooperatif STAD. Malang : FPMIPA Unive Ibrahim, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya
Lie, A. 2002. Cooperative Learning (Mempraktekkan Cooperatif Learning di Ruang 
ruang Kelas). Jakarta : Penerbit PT Gramedia Sarana Indonesia Mappa, Syamsu. 1994. Teori Belajar Orang Dewasa. Jakarta : Dirjen Dikti
Moleong, I. 2002. Metode Penelitian Kualittaif. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Nur, M. 1995. Pembelajaran Kooperatif. Jurnal Ilmu Pendidikan IKIP Surabaya. Surabaya : IKIP Surabaya
Nurhadi, dkk. 2004.Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBL. Malang : UM Press
Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press
Sawali, Drs. 2009. Dalam Penelitian Tindakan kelas : Pdf. http : // google.com/search.php : “PTK Siklus”/filetype: pdf.
Sugiyono. 2005.Memahami Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Alfabeta
Suparno, P. 1 997.Filsa fat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius Winkel, WS. 1997.Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia


Terima kasih telah berkunjung di Musiyanto Blog yang membahas  CONTOH PTK IPA SD TERBARU- ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.