Selasa, 21 April 2020

CONTOH PTK FISIKA SMA KELAS X MATERI HUKUM NEWTON

CONTOH PTK FISIKA SMA KELAS X MATERI HUKUM NEWTON-Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 .......... pada Mata Pelajaran Fisika Materi Pokok Hukum Newton tentang Gerak Tahun Ajaran 2012/2013.Pembelajaran fisika pada umumnya masih didominasi guru yang menggunakan metode ceramah dan kurang melibatkan aktivitas siswa dalam melakukan kerja ilmiah, akibatnya hasil belajar siswa masih rendah dan kegiatan belajar siswa pun belum menyentuh aspek afektif dan aspek psikomotorik. Guru perlu mencari inovasi strategi belajar mengajar yang melibatkan siswa dalam pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang baik dan dapat mengembangkan keaktifan siswa.contoh ptk fisika sma doc.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 .......... pada mata pelajaran fisika materi pokok hukum Newton tentang gerak melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklusnya meliputi 4 tahap yakni, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Faktor yang diteliti adalah hasil belajar siswa (kognitif, afektif, psikomotorik). Data hasil belajar kognitif diambil dari nilai tes setiap akhir siklus. Data hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi.Dari hasil penelitian, hasil belajar kognitif siswa sebelum tindakan masih dibawah rata-rata yaitu 55,75 dengan presentase ketuntasan 33,33%. Pada siklus I, nilai tes rerata 64,11 dengan presentase ketuntasan 52,77%. Pada siklus II, nilai tes rerata 72,56 dengan presentase ketuntasan 75%. Pada siklus III, nilai tes rerata 75,94 dengan presentase ketuntasan 88,88%. 

Hasil belajar afektif pada siklus I, diketahui nilai presentase ketuntasannya 53,75%. Pada siklus II, nilai presentase ketuntasannya 64,44%. Pada siklus III, nilai presentase ketuntasannya 75,50%. Hasil belajar psikomotorik pada siklus I, diketahui nilai presentase ketuntasannya 52,22%. Pada siklus II, nilai presentase ketuntasannya 58,89%. Pada siklus III, nilai presentase ketuntasannya 70,14%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Problem Based Instruction pada materi pokok Hukum Newton tentang gerak dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X-1SMA Negeri 1 .......... tahun ajaran 2012/2013. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari kenaikan nilai rerata dan ketuntasan belajar dari satu siklus ke siklus berikutnya.Diharapkan dengan penerapan Problem Based Instruction dalam pembelajaran fĂ­sika dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah melalui pelibatan dengan pengalaman nyata sehingga hasil belajar siswa bisa lebih optimal.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel FISIKA SMA yang diberi judul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 Sma Negeri 1 .......... Pada Mata Pelajaran Fisika Materi Pokok Hukum Newton Tentang Gerak Tahun Ajaran 2012/2013". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK FISIKA SMA KELAS X lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS/WA/TM ke 0817-283-4988 dengan Format PESAN PTK 057 SMA).

A.CONTOH PTK FISIKA SMA METODE TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa depan. Pendidikan hendaknya melihat jauh ke depan dan memikirkan apa yang akan dihadapi oleh peserta didik di masa yang akan datang. Oleh karena itu, hendaknya pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran yang hanya untuk dihafal, tetapi lebih menekankan bagaimana mengajak siswa untuk menemukan, membangun pengetahuannya sendiri, dan mendorong siswa untuk berpikir, sehingga siswa dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skill) dan siap untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

Di masa sekarang ini banyak orang yang mengukur keberhasilan suatu pendidikan hanya dari segi hasilnya. Akan tetapi, pada dasarnya pendidikan adalah suatu proses yang menyeluruh dari berbagai aspek baik aspek afektif, kognitif, maupun psikomotorik, sehingga dalam pengukuran tingkat keberhasilan pendidikan selain diukur dari segi nilai prestasi hendaknya juga diukur dari jalannya proses pendidikan yang telah dilakukan.proposal ptk fisika sma doc

Dari hasil observasi dan wawancara tanggal 17 Oktober 2009 dengan Bapak Suhardi selaku guru fisika di Madrasah Aliyah Negeri Semarang 1, diperoleh keterangan mengenai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pembelajaran fisika adalah sebesar 65 dan selama ini metode yang digunakan dalam pembelajaran fisika masih menggunakan metode ceramah, sehingga peserta didik dalam kegiatan belajar cepat menjadi bosan serta cenderung pasif. Dengan masih rendahnya kualitas siswa dalam memahami konsep¬konsep fisika, ini berdampak pada pencapaian nilai hasil belajar fisika. Rata  rata hasil belajar mata pelajaran fisika masih rendah yaitu 5 5,75 padahal yang diharapkan adalah 65. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya:

1. Pembelajaran yang dilakukan selama ini dilakukan cenderung ceramah belum divariasi dengan metode yang lain seperti Problem Based Instruction. Hal ini dapat dilihat dalam kemampuan siswa dalam menganalisis atau memahami permasalahan yang terdapat pada soal.

2. Pelaksanaan pembelajaran cenderung kurang melibatkan siswa. Hal ini dapat dilihat dari belum optimalnya siswa yang berprestasi untuk membantu siswa lain yang kesulitan dalam pembelajaran fisika.

3. Pelaksanaan pembelajaran kurang memanfaatkan laboratorium. Hal ini di tuturkan oleh beberapa siswa yang mengatakan bahwa selama di Kelas X-1 mereka hanya dua kali masuk ke laboratorium.

4. Perhatian siswa terhadap materi belum terfokuskan, hal ini disebabkan kondisi pembelajaran yang monoton atau searah TCL (Teacher Centered Learning). Sehingga siswa kurang dapat memahami konsep-konsep fisika..proposal ptk fisika sma doc

Dari observasi tersebut, terlihat bahwa keberhasilan pembelajaran belum tercapai. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran adalah diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mendukung situasi pembelajaran, agar pembelajaran fisika menjadi menarik, mudah difahami dan menyenangkan. Oleh karena itu, seorang guru dituntut melakukan inovasi¬inovasi terhadap kegiatan belajar mengajar agar siswa tidak mengalami kebosanan dalam menerima penjelasan materi pelajaran yang diberikan oleh guru.

Berlakunya kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi yang telah direvisi melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan paradigma dalam penddikan dan pembelajaran. Pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif akan menghambat kemampuan siswa berpikir kritis dan menghambat ketrampilan siswa dalam pemecahan masalah, sehingga perlu dipilih dan diterapkan suatu model pembelajaran yang dapat mewujudkan tercapainya tujuan sebuah pembelajaran..proposal ptk fisika sma doc

Dalam Islam masalah belajar memiliki dasar dan tujuan yang terdapat dalam al Qur'an, sebagaimana dalam QS. Al Alaq ayat 1-5 sebagai berikut: 

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Menurut Chabib Thoha yang dikutip Ismail SM, M.Ag dalam buku strategi pembelajaran agama islam berbasis PAIKEM dijelaskan bahwa lima ayat di atas merupakan ayat pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, yang diantaranya berbicara tentang perintah kepada semua manusia untuk selalu menelaah, membaca, belajar dan observasi ilmiah tentang penciptaan manusia sendiri. Ayat ini mengandung perintah membaca teks secara verbal. Selain itu, juga mengandung perintah untuk menulis dengan pena. Hal ini jelas menunjukkan adanya perintah untuk mengadakan pembelajaran, karena membaca dan menulis merupakan bagian dari pengembangan pengetahuan. Maka dari itu, sebagai seorang guru harus bisa memilih metode yang ada sesuai dengan kebutuhan sekolah. Metode pembelajaran yang baik adalah metode yang memperhatikan situasi dan kondisi pembelajaran. Dengan metode yang baik siswa akan menjadi mudah menerima materi pembelajaran sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran akan tercapai dengan maksimal.

Problem Based Instruction merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Dilihat dari aspek psikologi belajar, pembelajaran berdasarkan masalah merupakan suatu proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. Dan belajar bukanlah semata-mata proses menghafal sejumlah fakta, tetapi suatu proses interaksi secara sadar antara individu dengan lingkungan. Oleh karena itu, guru harus mendorong siswa untuk terlibat dalam tugas-tugas berorientasi masalah melalui penerapan konsep dan fakta, serta membantu menyelidiki masalah autentik dari suatu materi.

Materi Hukum Newton tentang gerak merupakan salah satu kajian fisika Kelas X-1 semester I siswa SMA / sederajat. Hukum Newton tentang gerak merupakan materi dengan konsep yang sederhana dan fenomenanya dapat diamati dan sering kali di jumpai dalam kehidupan sehari-hari serta besaran¬besaran fisisnya dapat di ukur. Dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction, guru berusaha menunjukkan kepada siswa bahwa materi Hukum Newton tentang gerak pada dasarnya adalah dekat, konkret dan berkaitan langsung dengan pengalaman yang ada dalam kehidupan sehari-hari..proposal ptk fisika sma doc

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti bermaksud meneliti kajian tersebut sehingga pembelajaran yang berlangsung di SMA Negeri 1 .......... dapat menjadikan peserta didik tertarik dengan pelajaran fisika dan dapat menganalisis masalah yang terdapat dalam soal. Untuk itu peneliti akan mengadakan penelitian tentang: “Penerapan Problem Based Instruction untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-1 Semester I SMA Negeri 1 .......... Pada Mata Pelajaran Fisika Materi Pokok Hukum Newton Tentang Gerak Tahun Ajaran 2012/2013”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Belum efektifnya proses pembelajaran di SMA Negeri 1 .........., dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang selama ini berlangsung masih menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional yaitu metode ceramah.

2. Masih banyak peserta didik yang kurang bersemangat dalam belajar fisika, sehingga keaktifan dan ketuntasan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fisika belum tercapai secara maksimal.

3. Belum pernah diterapkan model pembelajaran Problem Based Instruction di SMA Negeri 1 ...........

C. Penegasan Istilah

1. Pembelajaran

Menurut Mulyasa yang dikutip Ismail SM, M.Ag dalam buku strategi pembelajaran agama islam berbasis PAIKEM dijelaskan pembelajaran adalah interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

2. Hasil belajar

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan instruksional. Hasil belajar di sini adalah hasil belajar fisika dari berbagai aspek, baik aspek kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotorik.

D. Pembatasan Masalah

Adapun batasan-batasan masalah dalam dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

1. Penerapan model pembelajaran Problem Based pembelajaran berlangsung pada materi pokok Hukum Newton tentang gerak.

2. Materi penelitian ini dibatasi pada materi pokok Hukum Newton tentang gerak yang lebih ditekankan pada sub materi pokok hukum I Newton, hukum II Newton dan hukum III Newton.

3. Hasil belajar yang dievaluasi dari tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

E. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Apakah dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa Kelas X-1 semester I SMA Negeri 1 .......... Tahun Ajaran 2012/2013?

F. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X-1 semester 1 SMA Negeri 1 .......... Tahun Ajaran 2012/2013 dalam pembelajaran fisika.

G. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat :

1. Bagi siswa

a. Memberikan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa dan menghilangkan kejenuhan dalam proses pembelajaran fisika.

b. Meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi pokok hukum Newton tentang gerak.

c. Meningkatkan semangat belajar siswa pada pembelajaran fisika sehingga siswa mampu secara mandiri menghadapi masalah dan memecahkannya.

2. Bagi guru

a. Penelitian in diharapkan dapat memberikan contoh penggunaan model pembelajaran Problem Based Instruction pada guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

b. Menjadi acuan bagi guru yang lain dalam melaksanakan pembelajaran fisika.

3. Bagi sekolah

Diperolehnya ketepatan implementasi pembelajaran sesuai dengan tuntutan KTSP sehingga sekolah dapat bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orang tua, dan masyarakat pada umumnya. Sehingga dengan penelitian ini sekolah akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP.

B.DOWNLOAD CONTOH PTK FISIKA SMA LENGKAP FORMAT DOC .

BAB II
PEMBELAJARAN, HASIL BELAJAR, PROBLEM BASED INSTRUCTION, HUKUM NEWTON

A. Pembelajaran

1. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran dalam Undang – undang pendidikan BHP didefinisikan bahwa “Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber ajar dalam suatu lingkungan belajar”.

Menurut Wina Sanjaya Pembelajaran adalah suatu sistem, yang mana dalam sistem itu ada tiga karakteristik penting. Karakteristik penting yang pertama adalah adanya tujuan yang menjadi arah yang harus dicapai. Karakteristik dari sistem tersebut adalah adanya proses kegiatan yang diarahkan untuk mencapai tujuan. Karakteristik dari sistem yang ketiga yaitu sistem selalu melibatkan dan memanfaatkan beberapa komponen, diantaranya yaitu sarana, guru, peseta didik, strategi atau metode. Strategi atau metode merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem tersebut. Tanpa strategi atau metode yang tepat proses pencapaian tujuan menjadi tidak bermakna.

Menurut Oemar Hamalik “Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusia, material, fasilitas, perlengkapan dan pro sedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan belajar”. .ptk fisika sma kurikulum 2013 DOC

Menurut Suherman, Pembelajaran merupakan proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu: belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa, mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Kedua aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa disaat pembelajaran sedang berlangsung. Dengan kata lain pada hakikatnya pembelajaran merupakan proses komunikasi antara peserta didik dengan pendidik serta antar peserta didik dalam rangka perubahan sikap.

Pembelajaran yang baik mempunyai sasaran-sasaran yang seharusnya berfokus pada hal-hal sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas berpikir (qualities of mind), yaitu berpikir dengan efisien, konstruktif, mampu melakukan judgment dan kearifan.

b. Meningkatkan attitude of mind, yaitu menekankan pada keingintahuan, aspirasi-aspirasi dan penemuan-penemuan.

c. Meningkatkan kualitas personal (qualities of person), yaitu karakter, sensitivitas, integritas, tanggung jawab.

d. Meningkatkan kemampuan untuk menerapkan konsep-konsep dan pengetahuan-pengetahuan.

Dalam melakukan pembelajaran hendaknya seorang guru tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan saja “transfer of knowledge” tetapi harus mengolah secara pedagogik yaitu menggunakan ilmu seni atau ilmu mengajar sehingga materi subyek yang merupakan bagian dari sains sekolah (school science) mudah dijangkau oleh siswa.

Dalam pembelajaran fisika di sebagian sekolah dasar, sekolah menengah, secara umum siswa memandang pelajaran fisika sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan, tidak menarik dan bahkan mungkin membosankan. Dalam menanggulangi hal ini maka salah satu faktor yang dapat dilakukan agar pembelajaran sains dapat menarik dan dapat menghasilkan prestasi yang tinggi adalah dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini siswa terlibat secara aktif dalam mengamati, mengoperasikan alat atau berlatih menggunakan objek kongkrit sebagai bagian dari pelajaran.ptk fisika sma kurikulum 2013 DOC

Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran berarti guru sudah menggunakan cara yang berbeda dari kegiatan pembelajaran yang bersifat tradisional sehingga pembelajaran fisika akan lebih menarik dan siswa akan menjadi berminat terhadap sains fisika. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu bentuk pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap sains fisika yaitu dengan melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.

2. Teori – Teori Pembelajaran

Istilah pembelajaran banyak dirumuskan oleh para ahli. Perumusan – perumusan tersebut berdasarkan pada teori tertentu. Berikut dipaparkan beberapa teori pembelajaran yaitu: 

a. Pembelajaran adalah Upaya Mengorganisasi Lingkungan Untuk Menciptakan Kondisi Belajar Bagi Peserta Didik.

Perumusan teori diatas sejalan dengan pendapat dari Mc Donald, yaitu pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan perubahan tingkah laku manusia. Adapun implikasi dari teori tersebut adalah:

1) Pembelajaran bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik.

2) Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan. Lingkungan diartikan secara luas yang terdiri lingkungan alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial lebih sering berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Yang perlu disiapkan dalam lingkungan sekolah antara lain berupa bahan pelajaran, metode mengajar, alat mengajar, suasana kelas, kelompok siswa, Melalui interaksi antara individu dan lingkungannya, maka peserta didik memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya peserta didik dalam belajar yang bermakna. 3) Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Organisme yang hidup disini adalah peserta didik dan guru. Peserta didik yang mempunyai potensi yang sangat tinggi, potensi tersebut perlu diberi suatu lingkungan untuk melakukan berbagai aktivitas. Sedangkan guru sebagai organisator belajar bagi peserta didik yang berpotensi tinggi, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

b. Pembelajaran adalah Upaya Mempersiapkan Peserta Didik Untuk Menjadi Warga Masyarakat yang baik.

Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi pada kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Adapun implikasinya adalah sebagai berikut:

1) Tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran disini adalah untuk menciptakan peserta didik yang dapat menyumbangkan dirinya dalam lingkungan kehidupan yang bukan hanya menjadi konsumen akan tetapi menjadi seorang produsen.

2) Pembelajaran berlangsung dalam suasana kerja.

Pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja, dimana para peserta didik mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu suasana yang diperlukan ialah suasana yang aktual seperti dalam keadaan yang sesungguhnya..ptk fisika sma kurikulum 2013 DOC

3) Peserta didik sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja.

Peserta didik yang memiliki potensi bakat dan minat dan energi untuk bekerja sebaiknya disalurkan dalam wadah lingkungan belajar yang tidak. Bukan hanya berdiam diri saja selama proses pembelajaran.

4) Guru sebagai pemimpin dalam bengkel kerja.

Sekolah merupakan suatu ruangan workshop maka guru harus mampu memimpin dan membimbing peserta didik belajar bekerja dalam belajar dalam bengkel sekolah. Guru harus menguasai strategi pembelajaran serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kegiatan yang bermakna. Dalam hal ini peran guru sangatlah penting.

c. Pembelajaran adalah Suatu Proses Membantu Peserta Didik Menghadapi Kehidupan Masyarakat Sehari-hari.

Rumusan ini didukung oleh pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Adapun implikasinya adalah sebagai berikut:

1) Mempersiapkan peserta didik untuk hidup dalam masyarakat. Peserta didik disiapkan untuk menghadapi masa depan untuk memecahkan masalah dalam lingkungan hidupnya. Oleh sebab itu peserta didik harus belajar mengenal keadaan kehidupan yang sesungguhnya dan memecahkannya.

2) Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah dan masyarakat.

3) Siswa belajar secara aktif.

4) Guru bertugas sebagai komunikator.

Guru harus mengenal baik lingkungannya sehingga mampu memberikan proyek-proyek kepada peserta didik yang sesuai dengan permasalahan yang ada di lingkungan secara relevan.

Dari beberapa definisi di atas tentang pembelajaran dan teori pembelajaran, maka pembelajaran diartikan sebagai suatu interaksi antara peserta didik dengan pendidik, peserta didik dengan peserta didik, dengan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

3. Jenis-Jenis Pembelajaran

Menurut Roy Killen dalam buku Pembelajaran dalam Imp lementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, disebutkan beberapa macam strategi pembelajaran yang dapat digunakan, diantaranya sebagai berikut :.ptk fisika sma kurikulum 2013 DOC

a. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Pembelajaran langsung merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach).

b. Pembelajaran Diskusi

C.PTK FISIKA SMA MATERI POKOK HUKUM NEWTON

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal ...... sampai ............... Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah dan silabus pembelajaran mata pelajaran Fisika Kelas X-1 semester gasal. Adapun yang digunakan sebagai temp at penelitian adalah SMA Negeri 1 .......... yang beralamat di Jln ................... Kab .......... - 

B. Subjek Penelitian

Subjek pelaku tindakan adalah peneliti dibantu dengan guru fisika Kelas X-1 SMA Negeri 1 ........... Sedangkan subjek penerima tindakan adalah siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 .......... yang berjumlah 25 peserta didik yang terdiri dari 8 peserta didik putra dan 17 peserta didik putri.

C. Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering di sebut Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Karakteristik penelitian tindakan kelas antara lain adalah sebagai berikut:

1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksonal

2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya

3. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi

4. Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksonal

5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.

Gambar 3.1. Pro sedur Pelaksanaan PTK

1. Rencana Tindakan

Penelitian tindakan ini akan dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu : Planning (perencanaan), Action (tindakan), Observation (pengamatan), Reflection (refleksi). Tahapan pada tiap siklusnya diterapkan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Planning (perencanaan),

Kegiatan yang dilakukan antara lain:

1) Observasi awal, mengidentifikasi laporan ptk fisika sma doc masalah melalui wawancara dengan guru mata pelajaran dan peserta didik kemudian merumuskan masalah.

2) Menyusun skenario model pembelajaran Problem Based Instruction, dengan menyusun perangkat pembelajaran antara lain: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan petunjuk pelaksanaan percobaan sederhana atau demonstrasi serta menyiapkan alat dan bahan yang terkait dengan pelaksanaan percobaan sederhana atau demonstrasi.

3) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis berbentuk soal essay yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar kognitif peserta didik.

4) Menyusun lembar observasi untuk penilaian afektif dan psikomotorik peserta didik. Lembar observasi afektif dan psikomotorik yang digunakan berbentuk skala bertingkat, yaitu

sebuah pernyataan yang diikuti kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan penskoran dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

b. Action (tindakan)

Pelaksanaan tindakan berupa penerapan rencana pembelajaran yang telah direncanakan yaitu mata pelajaran fisika pada materi pokok Hukum Newton tentang gerak dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

c. Observation (pengamatan)laporan ptk fisika sma doc

Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang terjadi pada waktu proses dari penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction.

Pengambilan data tentang hasil belajar melalui tes untuk kemampuan kognitif, lembar observasi untuk kemampuan afektif dan psikomotorik.

d. Reflection (refleksi)

Refleksi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilakukan. Dari hasil observasi atau pengamatan, peneliti merefleksi apakah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jika pelaksanaan siklus I tidak tuntas berdasarkan indikator keberhasilan, maka dilaksanakan siklus berikutnya sampai indikator berhasil tercapai.

Kemudian hasil analisis data siklus I digunakan sebagai refleksi untuk perbaikan pada siklus II. Dan hasil analisis data siklus II digunakan sebagai refleksi untuk perbaikan pada siklus III. Secara lebih rinci pro sedur berdaur pelaksanaan PTK ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.2 Alur Penelitian Tindakan Kelas (modifikasi Zainal , Aqib)

2. Pelaksanaan Tindakan

Pada pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini, penulis sebagai peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran fisika. Adapun langkah¬langkah dalam pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut :

a. Siklus I

Siklus I dari penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 06 November 2009 dan Sabtu, 07 November 2009 dengan tahapan sebagai berikut:laporan ptk fisika sma doc

1) Perencanaan

a) Melakukan observasi awal dan mencari informasi permasalahan pada peserta didik Kelas X-1 SMA Negeri 1 .......... dengan melakukan tanya jawab kepada guru mata pelajaran fisika dan peserta didik yang bersangkutan untuk mengidentifikasi masalah.

b) Merumuskan tindakan melalui model pembelajaran Problem Based Instruction untuk meningkatkan hasil belajar yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

c) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) fisika materi pokok hukum I Newton tentang gerak.

d) Menyusun lembar kerja siswa dan lembar observasi.

e) Menyiapkan alat dan bahan pembelajaran.

f) Menyusun soal tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif peserta didik.

2) Pelaksanaan

a) Guru membuka pelajaran dengan menyampaikan apersepsi dan memberi motivasi kepada peserta didik.

b) Peserta didik menanggapi motivasi yang diberikan oleh Guru.

c) Guru menyampaikan tujuan mempelajari hukum I Newton dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction.

d) Guru menyampaikan materi pembelajaran hukum I Newton dengan menghubungkan fenomena-fenomena dalam kehidupan sehari-hari.

e) Peserta didik mencari fenomena-fenomena yang lain yang berkaitan dengan materi hukum I Newton.

f) Guru memberikan permasalahan kepada peserta didik yang berhubungan dengan hukum I Newton.

g) Peserta didik memberi jawaban atas permasalahan yang di berikan Guru.

h) Guru memberikan respon terhadap jawaban peserta didik.

i) Guru membentuk kelompok masing-masing terdiri dari 5-6 peserta didik dan membagikan lembar kerja siswa.

j) Guru meminta peserta didik untuk melakukan eksperimen secara kelompok mengenai hukum I Newton.

k) Peserta didik mengamati dan menganalisis percobaan yang dilakukan.

l) Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil pengamatan dan membuat kesimpulan.

m) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusinya kepada kelompok lain.

n) Kelompok lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan kepada kelompok yang mempresentasikan.

o) Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi yang di presentasikan.

p) Guru memberikan soal secara individu kepada peserta didik untuk dikerjakan.

q) Pada saat yang bersamaan pengamat melakukan observasi terhadap hasil belajar afektif dan psikomotorik peserta didik.

3) Pengamatan

Guru mengamati aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung baik aspek afektif dan psikomotorik dengan menggunakan lembar observasi yang telah di buat oleh peneliti.

4) Refleksi

Menganalisis data dari hasil pengamatan aspek afektif dan psikomotorik dengan menggunakan lembar observasi, serta aspek kognitif peserta didik pada siklus I. Mengevaluasi proses pembelajaran pada siklus I untuk tindakan perbaikan pada siklus II yaitu dengan cara memberi instruksi kepada peserta didik untuk belajar di rumah mengenai materi hukum II Newton.ptk fisika sma lengkap

b. Siklus II

Siklus II dari penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 13 November 2009 dan Sabtu, 14 November 2009 dengan tahapan sebagai berikut:

1) Perencanaan

a) Penyempurnaan siklus I dalam merumuskan tindakan melalui model pembelajaran Problem Based Instruction untuk meningkatkan hasil belajar pada siklus II.

b) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) fisika materi pokok hukum II Newton.

c) Penyiapan materi pokok hukum gerak Newton pada sub materi pokok hukum II Newton.

d) Menyiapkan lembar observasi berupa lembar afektif dan psikomotorik yang akan digunakan dalam memantau proses pembelajaran.

e) Menyusun lembar kerja siswa dan membuat kuis untuk mengetahui kesiapan peserta didik.

f) Menyiapkan alat dan bahan pembelajaran.

g) Menyusun soal tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif peserta didik.

2) Pelaksanaan

a) Guru membuka pelajaran dengan memberi motivasi dan apersepsi kepada peserta didik.

b) Peserta didik memberi jawaban atas motivasi yang di berikan oleh Guru.

c) Guru menyampaikan materi tentang hukum II Newton.

d) Guru membentuk kelompok masing-masing terdiri dari 5-6 peserta didik.

e) Guru memberi kuis secara kelompok kepada peserta didik terkait dengan materi hukum II Newton.

f) Peserta didik memberikan jawaban atas kuis yang diberikan oleh Guru.

g) Guru memberikan permasalahan kepada peserta didik yang berhubungan dengan hukum II Newton.

h) Peserta didik menjawab permasalahan yang diberikan oleh Guru.

i) Guru memberikan respon terhadap jawaban peserta didik.

j) Guru meminta peserta didik untuk melakukan eksperimen secara kelompok mengenai hukum II Newton.

k) Peserta didik mengamati dan menganalisis percobaan yang dilakukan.

l) Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil pengamatan dan membuat kesimpulan.

m) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusinya kepada kelompok lain.

n) Kelompok lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan kepada kelompok yang mempresentasikan.

o) Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi yang di presentasikan.

p) Guru memberikan soal secara individu kepada peserta didik untuk dikerjakan

q) Pada saat yang bersamaan pengamat melakukan observasi terhadap hasil belajar afektif dan psikomotorik peserta didik.

3) Pengamatan

Guru mengamati aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung baik aspek afektif dan psikomotorik dengan menggunakan lembar observasi yang telah di buat oleh peneliti.

4) Refleksi

Menganalisis data dari hasil pengamatan aspek afektif dan psikomotorik dengan menggunakan lembar observasi, serta aspek kognitif peserta didik pada siklus II. Mengevaluasi proses pembelajaran pada siklus II untuk tindakan perbaikan pada siklus III.

c. Siklus III

Siklus III dari penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 20 November 2009 dan Sabtu, 28 November 2009 dengan tahapan sebagai berikut :

1) Perencanaan

a) Merumuskan tindakan melalui model pembelajaran Problem Based Instruction untuk meningkatkan hasil belajar pada siklus III.

b) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) fisika materi pokok hukum III Newton.

c) Menyusun lembar kerja siswa dan menyiapkan lembar observasi.

d) Menyiapkan alat dan bahan pembelajaran.

e) Menyusun soal tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif

2 ) Pelaksanaan

a) Guru membuka pelajaran dengan memaparkan sekilas tentang fenomena hukum III Newton tentang gaya aksi- reaksi.laporan ptk fisika sma doc

b) Guru memberi kuis kepada peserta didik terkait dengan materi hukum III Newton.

c) Peserta didik menjawab kuis yang diberikan oleh Guru.

d) Guru membentuk kelompok masing-masing terdiri dari 5-6 peserta didik.

e) Guru memberikan permasalahan kepada peserta didik.

f) Guru membimbing dan mengarahkan pada masing-masing kelompok peserta didik untuk melakukan percobaan mengenai hukum III Newton sesuai dengan petunjuk dan prosedur dalam lembar kerja siswa.

g) Peserta didik melakukan percobaan dan menganalisis hasil percobaan.

h) Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil pengamatan dan membuat kesimpulan.

i) Guru menunjuk satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan 

D.PROPOSAL PTK FISIKA SMA KURIKULUM 2013 DOC

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003).

Ahmad Asy-Syakir Al-Khubuwy, Utsman bin Hasan, Durratu An-Nashihin, (Bandung: Al-Ma’arif, tth).

Arifatul Kharida, Luluk, “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah

(Problem Based Instruction) untuk Men ingkatkan Hasil Belajar Siswa

pada Pokok Bahasan Elastisitas Bahan Kelas X-1I SMA Islam Sultan Agung

I Semarang, PENELITIAN Fakultas MIPA UNNES Semarang, (Semarang :

Perpustakaan UNNES, 2009), t.d.

Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), hlm. , dkk., Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008).

Terima kasih telah berkunjung di Musiyanto Blog yang membahas  CONTOH PTK FISIKA SMA TERBARU- ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.