Minggu, 20 September 2020

DOWNLOAD PTK IPA SD KELAS 1 MEDIA INTERAKTIF DOC

DOWNLOAD PTK IPA SD KELAS 1 MEDIA INTERAKTIF DOC-Masalah yang timbul adalah tidak semua sekolah mempunyai gedung laboratorium dengan peralatan praktek IPA yang lengkap. Hal ini tentu tidak mendukung upaya pembelajaran IPA melalui pengalaman langsung oleh siswa terhadap konsep dan fakta IPA. Sehubungan dengan masalah itu, peneliti mencoba memberikan satu terobosan pembelajaran IPA dengan melaksanakan praktikum tanpa gedung laboratorium dan peralatan IPA yang mahal. Maka dirumuskan masalah Apakah pembelajaran IPA dengan penggunaan media interaktif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA siswa SDN .........? Berdasarkan hasil latar belakang masalah dan rumusan penelitian maka setelah dilakukan kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat terdapat peningkatan hasil belajar siswa Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata pada setiap siklus, yaitu pada siklus I pertemuan 1 dperoleh sebesar 60,42 dengan peresentase ketuntasan 38%, pada siklus I pertemuan 2 dperoleh sebesar 70,00 dengan peresentase ketuntasan 46%, pada siklus II pertemuan 1 dperoleh sebesar 79,58 dengan peresentase ketuntasan 83%, pada siklus II pertemuan 2 dperoleh sebesar 90,83 dengan peresentase ketuntasan 100% menunjukan peningkatan yang signifikan ptk ipa sd kelas 1 kurikulum 2013

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel IPA KELAS I SD yang diberi judul “EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS I- SDN ...... TAHUN PELAJARAN 20../20..”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK IPA SD lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS/WA/TM ke 081-7283-4988 dengan Format PESAN  PTK 064 SD  ).

A.CONTOH PTK PIA SD LENGKAP TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang pesat, baik materi maupun kegunaannya. Oleh sebab itu, berbagai faktor pendukung keberhasilan proses belajar mengajar Ilmu Pengetahuan Alam secara periodik terus dibenahi termasuk dalam upaya penyusunan kembali kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah yang harus mempertimbangkan perkembangan pengalaman masa lalu, dan kemungkinan masa depan. Guru sebagai salah satu tenaga kependidikan yang bersifat profesional bertugas membelajarkan anak didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. 

Supaya anak didik dapat mencapai tujuan pembelajaran, mereka harus berada dalam kondisi yang memungkinkan mereka untuk dapat belajar. Selain peningkatan mutu kinerja guru sebagai komponen utama pendidikan yang dituntut untuk lebih profesional seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diera global sekarang ini, para siswa juga dituntut untuk mempunyai keterampilan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang tinggi. Keterampilan yang diharapkan disini adalah keterampilan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dipelajari lewat pengamatan, demonstrasi dan latihan, seperti lembar kerja, pekerjaan di papan tulis bahkan tugas-tugas rumah.contoh proposal ptk sd kelas 1 ipa pdf

Suatu ciri khas dalam pendidikan “modern” saat ini, hendaknya siswa dapat berpartisipasi aktif sedemikian rupa hingga melibatkan intelektual dan emosional siswa di dalam proses belajarnya. Dengan demikian dapat diterjemahkan bahwa dalam setiap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus diarahkan untuk pengembangan daya aktivitas siswa baik mental maupun fisik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka solusi yang merupakan upaya meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa adalah dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa terhadap materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui praktikum.

Masalah yang timbul adalah tidak semua sekolah mempunyai gedung laboratorium dengan peralatan praktek Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang lengkap. Hal ini tentu tidak mendukung upaya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui pengalaman langsung oleh siswa terhadap konsep dan fakta Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sehubungan dengan masalah itu, kami mencoba memberikan satu terobosan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan melaksanakan praktikum tanpa gedung laboratorium dan peralatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mahal.

Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan selanjutnya menarik untuk ditelaah dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan judul “Efektifitas Penggunaan Media Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas I-A SDN .......Tahun Pelajaran 2018/2019”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.ptk ipa sd kelas 1 semester 2 pdf

1. Bagaimana penggunaan media interaktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas I-A di SDN ......... pada tahun pelajaran 2018/2019 ?

2. Apakah pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan penggunaan media interaktif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas I-A di SDN .......... pada tahun pelajaran 2018/2019 ?

C. Tujuan Penelitian

Bedasarkan Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah sebagai berikut.

1. Mendeskripsikan penggunaan media interaktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas I-A di SDN ..........i pada tahun pelajaran 2018/2019.

2. Untuk mengetahui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan penggunaan media interaktif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas I-A di SDN............ pada tahun pelajaran 2018/2019.

B.PROPOSAL PTK IPA SD LENGKAP KURIKULUM 2013

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori

1. Pengertian Belajar

Belajar dapat terjadi dengan sendirinya, dalam arti tanpa bantuan orang lain, tetapi ada kalanya memerlukan bimbingan sekalipun akhirnya yang belajar adalah pelajar itu sendiri. Inilah yang disebut belajar. Belajar dan pembelajaran merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tanpa belajar manusia tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Beberapa dari sekian banyak ahli merumuskan dan mendefinisikan tentang belajar sebagai suatu perubahan. Menurut W. S. Winkel (Psikologi Pengajaran, 2005;59) belajar adalah, “Suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan nilai sikap. Perubahan itu relatif konstan dan berbekas”.

Sementara itu Ngalim Purwanto (1998) mengatakan bahwa, “Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi melalui latihan dan pengalaman, perubahan harus relatif mantap menyangkut berbagai aspek”. James O Whittaker (dalam Darsono, 2000;4) juga mengungkapkan bahwa, “Belajar adalah proses yang menimbulkan atau merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman”. Lebih jauh Whittaker mengatakan bahwa, “Perubahan fisik (pertumbuhan) dan perubahan karena kematangan (maturitas) tidak termasuk belajar. Perubahan perilaku karena kelelahan, sakit dan akibat obat tidak termasuk belajar”.ptk ipa sd kelas 1

Dari beberapa rumusan dan definisi belajar tersebut di atas, istilah yang terdapat pada semua definisi adalah perubahan dan pengalaman. Dengan demikian, belajar adalah suatu proses yang menimbulkan atau merubah perilaku, pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap melalui latihan atau pengalaman.

2. Prinsip-prinsip Belajar

Prinsip-prinsip belajar adalah hal-hal yang sangat penting yang harus ada dalam suatu proses belajar dan pembelajaran. Kalau hal-hal tersebut diabaikan, dapat dipastikan pencapaian hasil belajar tidak optimal. Prinsip-prinsip yang terkait dengan proses belajar terutama berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:

a. Kesiapan belajar

Faktor kesiapan baik fisik maupun psikologis merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar. Kondisi fisik yang tidak kondusif, misalnya sakit dan kondisi psikologis yang kurang baik, misalnya gelisah, tertekan, tidak menguntungkan bagi kelancaran belajar.

b. Perhatian

Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek. Belajar sebagai suatu aktivitas kompleks sangat membutuhkan perhatian dari siswa yang belajar.

c. Motivasi

Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif saat orang melakukan suatu aktivitas. Siswa harus memiliki motivasi dalam belajar sehingga tujuan belajar akan tercapai.

d. Keaktifan siswa

Yang melakukan kegiatan belajar adalah siswa, oleh karena itu siswa harus aktif tidak boleh pasif. Dengan bantuan guru, siswa harus mampu mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang dimiliknya.

e. Keterlibatan langsung siswa

Dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, siswa harus terlibat langsung sehingga mereka akan mudah memahami dan mengingat apa yang telah mereka pelajari.

f. Pengulangan belajar

Materi pelajaran ada yang mudah dan ada yang sukar. Untuk mempelajarinya siswa perlu membaca, berfikir, mengingat dan mengadakan latihan. Dengan latihan berarti siswa mengulang materi yang telah dipelajari sehingga materi tersebut makin mudah diingat. Dengan pengulangan, tanggapan tentang materi makin segar dalam pikiran siswa, sehingga makin mudah direproduksi.

g. Materi pelajaran yang merangsang dan menantang

Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh rasa ingin tahu anak terhadap persoalan. Materi pelajaran yang merangsang dan menantang dapat membuat siswa menjadi aktif sehingga meningkatkan motivasi belajar.

h. Balikan dan penguatan terhadap siswa

Balikan adalah masukan yang sangat penting baik bagi siswa maupun guru, siswa mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam suatu hal, di mana letak kekuatan dan kelemahannya. Untuk merealisir balikan ini, guru hendaknya memberitahukan kemajuan belajar siswa.

Penguatan adalah suatu tindakan yang menyenangkan dari guru terhadap siswa yang telah berhasil melakukan suatu perbuatan. Dengan penguatan, diharapkan siswa akan mengulangi lagi perbuatan yang sudah baik itu.

C.KUMPULAN JUDUL PTK IPA SD PDF DAN WORD

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Tempat Penelitian Tindakan Kelas ini di SDN Sukatani yang berada di Jl. Seukatani Desa Sukatani Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.
2. Waktu Penelitian
Kegiatan penelitian dilaksanakan mulai tanggal 01 Juli sampai dengan 30 September 2018.

B. Subyek Penelitian
Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas I-A di SDN Sukatani pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 24 orang, dari latar belakang yang berbeda.

C. Prosedur Penelitian
Penelitian dilakukan dalam tiga siklus yang masing-masing duasiklus sebanyak empat putaran terdiri dari: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Setiap siklus terdiri dari dua kali pelaksanaan tindakan pembelajaran. Secara lebih rinci langkah-langkah penelitian pada siklus pertama adalah sebagai berikut.

1. Perencanaan Siklus I
a. Membuat rencana pembelajaran
b. Membuat lembar observasi sikap anak
c. Membuat lembar observasi keterampilan anak.
d. Membuat lembar kerja siswa (LKS).
e. Membuat soal atau tugas untuk pekerjaan rumah 
f. Menyiapkan media interaktif berbantuan komputer dalam bentuk file yang sudah berisi program aplikasi dasar hukum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dengan materi benda.

2. Pelaksanaan tindakan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2018 dan 9 Agustus 2018 dalam kegiatan belajar mengajar, guru menyampaikan materi benda dengan bantuan media interaktif sesuai langkah pembelajaran pada rencana pembelajaran siklus I baik pada pertemuan 1 maupun 2. Metode pembelajaran yang digunakan adalah tanya jawab dan diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas I-A dengan bantuan media interaktif laptop, Infocus, dan file belajar yang berisi paket program aplikasi. Kegiatan pembelajaran ini diamati oleh guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) lain dengan tujuan untuk mengetahui letak kesulitan dan kelemahan yang terjadi di dalam kelas.download ptk ipa sd kelas 1 doc

3. Observasi
a. Guru terlalu sedikit memberikan apersepsi yang berhubungan dengan materi.
b. Guru kelihatan masih kurang terampil mengoperasikan laptop dan terlalu cepat dalam menyampaikan materi.
c. Pertanyaan yang diberikan guru kurang menyebar kepada siswa-siswa yang lainnya.
d. Belum semua siswa berani mengemukakan pendapat.

4. Refleksi
Setelah kegiatan pembelajaran selesai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan refleksi untuk membahas hasil observasi yang telah dilakukan, selanjutnya guru dan pengamat memperoleh kesepakatan tentang hal-hal berikut.
a. Pada awal pembelajaran guru perlu menjelaskan tujuan pembelajaran pada kegiatan yang akan dilakukan dan apersepsi lebih dikembangkan lagi.
b. Guru perlu lebih terampil lagi dalam mengoperasikan laptop.
c. Siswa perlu lebih banyak diberi kesempatan berfikir dalam menjawab pertanyaan ataupun mengemukakan pendapat.
d. Pertanyaan yang diberikan guru lebih menyebar kepada siswa-siswa yang lainnya.

Setelah pertemuan siklus pertama selesai dilanjutkan dengan pertemuan siklus II. Langkah-langkah penelitian pada siklus II adalah merupakan perbaikan dari siklus I sebagai berikut .
1. Perencanaan
a. Membuat rencana pembelajaran pertemuan
b. Membuat lembar observasi Sikap anak
c. Membuat lembar observasi keterampilan anak.
d. Membuat lembar kerja siswa (LKS).
e. Membuat soal atau tugas untuk pekerjaan rumah
f. Menyiapkan media interaktif berbantuan komputer dalam bentuk file yang sudah berisi program aplikasi IPA.

D.CONTOH PROPOSAL PTK IPA SD LENGKAP

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, S. Dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta, Bumi Aksara.

Depdikbud. 1996/1997. Media dalam Proses Pembelajaran I. Jakarta, 

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 2004. Kurikulum 2004 SMA.

Pedoman Khusus Penyusunan Materi Pembelajaran. Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 2000.

Jurnal Gentengkali Volume 3 Nomor 7. Surabaya, Kantor Depdiknas Wilayah Propinsi Jawa Barat.

Hamalik, Oemar. 1980. Media Pendidikan. Bandung, Alumni.

Laporan Penelitian. Malang. Universitas Negeri MalangNasution, S. 1995. Didaktik Azas-Azas Mengajar. Jakarta, Bumi Aksara.

Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung, Rosdakarya.

Radyastuti, W. Dkk. 2000. Pedoman Pelaksanaan Tindakan Kelas. Malang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi.

Somerset, A. 1997. Strengthening Quality in Indonesia’s junior Secondary School on Overvies Issues Initiatives. MOEC, Jakarta.

Sudjana, N. 2004. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung, Sinar Baru Algensindo.

Wiriaatmadja, R. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Ebel, R.L., & Frisbie, D.A. (1986). Essenstial of educational measurement (4th). New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Gorman, R.M. (1974). The psychology of classroom learning: an inductive approach. Columbus, Ohio: Meril Publisjing Company.
Gronbach, L. J., (1949). Essentials of psychological testing. New York: Harper & Brother Publisher

Terima kasih telah berkunjung di blog kami yang membahas PTK IPA SD KELAS I. Semoga PTK IPA  ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.