Jumat, 25 September 2020

DOWNLOAD CONTOH PTK BAHASA INDONESIA SMP MATERI MENULIS TEKS BERITA

 DOWNLOAD CONTOH  PTK BAHASA INDONESIA SMP MATERI MENULIS TEKS BERITA-Keterampilan dalam berbahasa meliputi empat aspek penting dan saling berkaitan yaitu menyimak, menulis, membaca dan berbicara. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang digemari siswa kelas 9.8 SMPN 2 ............. ptk bahasa indonesia smp kelas 9 doc

Meskipun begitu, siswa masih saja merasa kesulitan saat menulis teks berita. Kenyataan tersebut membuat siswa cenderung malas untuk menulis sebuah teks berita. Siswa lebih suka menulis puisi ataupun surat, apalagi puisi yang bertemakan dunia remaja, seperti cinta dan persahabatan.
Berdasarkan hasil wawancara pada beberapa siswa kelas 9.8 SMPN 2 ............, selain sulit untuk menulis teks berita, pembelajaran di kelas pun dirasakan kurang menarik, model belajar yang digunakan oleh guru merupakan model ceramah dan penugasan saja, sehingga timbul kejenuhan serta kreativitas yang kurang berkembang. Siswa menginginkan dalam sebuah pembelajaran tercipta suasana yang menarik dan menyenangkan, sehingga mereka semangat untuk menerima pelajaran.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel BAHASA INDONESIA SMP yang diberi judul “Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatkan Kecakapan Siswa Smpn .... Kelas 9.8 Dalam Menulis Teks Berita Tahun 20../20.. ". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BAHASA INDONESIA SMPKELAS IX lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS/WA/TM ke 0817-283-4988 dengan Format PESAN PTK 102 SMP ).

A.CONTOH PTK BAHASA INDONESIA SMP KELAS 9 TERBARU 

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia, mengatakan bahwa kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide, penggunaan ejaan dan tanda baca yang kurang baik, serta penggunaan kalimat yang tidak baku. Siswa memiliki daya imajinasi yang kurang baik sehingga mereka sulit menemukan ide-ide untuk suatu tulisan, tidak adanya gambaran-gambaran yang jelas akan arah sebuah tulisan, membuat siswa sulit dalam menuangkan ide. Tulisan siswa biasanya tidak jelas dan kurang baik, misalnya saja penulisan huruf besar di tengah kalimat, serta penggunaan huruf kapital yang disatukan dengan huruf sambung. Pemerolehan nilai siswa dalam pembelajaran menulis, khususnya menulis teks berita peristiwa masih kurang dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 72. Berdasarkan tes yang telah dilakukan sebelumnya, kebanyakan siswa kelas 9.8 belum mampu menulis teks berita dengan baik.

Berdasarkan masalah-masalah tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan menulis teks berita siswa kurang baik karena siswa mempunyai kelemahan dalam menuangkan ide, penggunaan ejaan dan tanda baca, serta penggunaan kalimat yang tidak baku pada saat menulis. Disamping itu, model pembelajaran yang digunakan oleh guru merupakan model konvensional dan penugas saja, sehingga timbul kejenuhan serta kreativitas yang kurang berkembang.
Pada kurikulum, pembelajaran menulis teks berita dipelajari oleh siswa kelas 9.8 semester 2, dengan standar kompetensi (SK) yaitu mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster. Kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai adalah menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas.

Penggunaan model pembelajaran yang lebih menarik menjadi titik utama dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Siswa terkadang mengeluhkan akan model pembelajaran yang menjenuhkan.
Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penggunaan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang menggambarkan kegiatan awal hingga akhir yang disajikan secara khas oleh guru.
Model pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi siswa dalam keberhasilan penulisan teks berita. Penggunaan model pembelajaran bukan hanya terfokus pada guru sebagai pengajar, akan tetapi lebih melibatkan aktivitas siswa sebagai pembelajar, sehingga akan terjadi sebuah sinkronisasi antara guru dan siswa.judul ptk bahasa indonesia smp kurikulum 2013

Picture and picture merupakan model pembelajaran yang berawal dari media visual diam atau gambar. Model pembelajaran picture and picture merupakan sebuah model belajar mengajar dengan menggunakan gambar yang dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Penggunaan model tersebut diperkirakan akan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita.
Dalam model pembelajaran picture and picture akan menampilkan sebuah gambar, sehingga dapat menggugah serta memudahkan siswa dalam menuangkan ide atau gagasan tentang suatu berita. Selain itu, dalam penulisan teks berita unsur ejaan sangatlah diperhatikan, sehingga kemampuan siswa akan semakin meningkat seiring pembelajaran yang dilakukan.

Sebelumya pada tahun 2006 Dedeh Sariah pernah melakukan penelitian mengenai menulis teks berita dengan judul “Pembelajaran Menulis Teks Berita dengan Menggunakan Teknik Wawancara pada Siswa Kelas 9.8 SMPN 3 Lembang” dengan hasil yang baik yaitu, adanya peningkatan rata-rata nilai dari siklus 1 hingga 3, dengan rata-rata nilai 72,15 menjadi 78,52 pada siklus 3. Pada tahap perencanaan, kegiatan lebih ditekankan untuk memudahkan siswa dalam menulis teks berita, penilaian yang dilakukan adalah penilaian proses dan hasil. Dedeh Sabariah melaksankan tahap pelaksanaan sebanyak 3 siklus yang diawali dengan menulis teks berita berdasarkan hasil wawancara, kemudia pada siklus berikutnya siswa hanya memperbaiki atau menambahkan kekurangan pada siklus sebelumnya.judul ptk bahasa indonesia smp kurikulum 2013

Tina Rahmawati pada tahun 2009 pernah melakukan penelitian serupa dengan judul “Model Pembelajaran Menulis Teks Berita dengan Menggunakan Teknik Kolaborasi pada Siswa SMP Sekolah Laboratorium Percontohan UPI Bandung”, perencanaan dilakukan dalam dua tahap yaitu, wawancara dan penugasan, berdasarkan hasil penugasan diperoleh data sebanyak 65% siswa kurang mampu menulis berita. Pelaksaan penelitian hanya dilakukan dalam dua siklus, dengan hasil yang meningkat. Pada siklus 1 terdapat 32% siswa mendapat nilai yang baik, Adapun pada siklus 2 terjadi peningkatan yaitu 50% siswa mendapat nilai baik, dan 21,4% sangat baik.

Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran menulis teks berita dapat menggunakan berbagai teknik, model, ataupun media. Penerapan model pembelajaran picture and picture dalam menulis teks berita diharapkan dapat
meningkatkan kemampuan, serta menarik minat siswa, dan memotivasi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan.

1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang akan menjadi bahan penelitian adalah sebagai berikut.
1. Siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide, penggunaan ejaan dan tanda baca yang kurang baik, serta penggunaan kalimat yang tidak baku pada saat menulis.
2. Siswa memiliki daya imajinasi yang kurang baik sehingga mereka sulit menemukan ide-ide untuk suatu tulisan.
3. Pemerolehan nilai siswa dalam pembelajaran menulis, khususnya menulis teks berita peristiwa masih kurang dari kriteria ketuntasan minimal (KKM).
4. Pembelajaran di kelas dirasa kurang menarik.
5. Model pembelajaran yang digunakan masih berupa model lama, yaitu penugasan dan ceramah, sehingga pembelajaran kurang menarik.proposal ptk bahasa indonesia smp
1.3 Batasan Masalah
Agar hasil penelitian lebih terarah dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, pemaparan penelitian ini dibatasi pada deskripsi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dalam upaya meningkatkan kecakapan menulis teks berita peristiwa pada siswa kelas 9.8 SMPN 2 ....... Tahun Ajaran 2015/2016.

B.PTK BAHASA INDONESIA SMP KURIKULUM 2013 TERBARU DOC

BAB 2
KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA DAN MODEL
PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE


2.1 Ihwal Menulis
2.1.1 Pengertian Menulis
Dengan menulis seseorang dapat menuangkan ide-ide yang mungkin tidak dapat diungkapkan melalui kata-kata, kenyataan tersebut sejalan dengan pengertian-pengertian menulis yang telah ada. Menulis merupakan kegiatan mengungkapkan atau melahirkan pikiran dan perasaan lewat tulisan (Kusmayadi, 2007:9).

Menulis yaitu, (1) membuat huruf (angka dsb.) dengan pena (pensil, kapur, dsb); (2) melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (KBBI, 2005:1219).
Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis sang penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata (Tarigan, 1994:4).
Bobbi De Porter dan Mike Hernacki (Pratiwi, 2009:8) mengungkapkan bahwa menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Hernowo (Pratiwi, 2009:9) mengungkapkan bahwa kegiatan menulis bukan sekedar membuat huruf-huruf dengan pena pada selembar kertas, melainkan sebagai upaya untuk melahirkan pikiran dan perasaan.proposal ptk bahasa indonesia smp

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat dirumuskan bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang produktif dengan menggunakan belahan otak kanan dan kiri seseorang, sehingga dapat menuangkan ide-ide dan melahirkan pikiran atau perasaan dalam bentuk lambang-lambang gambar yang dapat dipahami oleh orang lain maupun pembaca.

2.1.2 Fungsi dan Manfaat Menulis
Pada saat mengarang terjadi penataan terhadap gagasan, pikiran, pendapat, imajinasi, serta terhadap penggunaan bahasa untuk mewujudkannya.
Menulis dapat berfungsi untuk mengutarakan sesuatu dalam wujud dokumen tertulis, seseorang dapat menciptakan sesuatu sehingga mewujudkan hal-hal yang baru dan terjadi bukan saja kepada orang yang berdekatan tempatnya, melainkan juga kepada orang yang berjauhan (Pratiwi, 2009:14).

Mirriam (Pratiwi, 2009:9) menemukakan 12 alasan pentingnya menulis. Alasan-alasan itu adalah sebagai berikut, (1) menulis membantu menemukan jati diri, (2) menulis dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan, (3) saat menulis seseorang dapat mendengar keunikan pendapatnya sendiri, (4) menulis dapat menunjukkan apa yang diberikan kepada dunia, (5) dengan menulis seseorang akan mencari jawaban terhadap pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan, (6) menulis meningkatkan kreativitas, (7) seseorang dapat berbagi dengan orang lain melalui kegiatan menulis, (8) menulis memberi tempat untuk melaimpiaskan amarah atau ketakutan, kesedihan, dan perasaan menyakitkan lainnya, (9) menulis dapat membantu menyembuhkan diri, (10) menulis memberikan kesenangan dan cara mengugkapkannya, (11) menulis
membuat hidup lebih hidup, dan (12) menulis dapat membuat seseorang menemukan impian

Menurut Pennebaker (Kusmayadi, 2007:14) kegiatan menulis setidaknya memiliki lima manfaat yakni, (1) menjernihkan pikiran, (2) mengatasi trauma, (3) membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru, (4) memecahkan masalah, dan (5) menulis bebas akan membantu seseorang ketika terpaksa harus menulis.
Kusmayadi (2007:15) mengemukakan manfaat menulis, yaitu (1) sebagai media dakwah, (2) mengubah sesuatu yang terjadi, (3) menambah penghasilan, (4) menunjang karir, dan (4) menjadi warisan yang tidak ternilai harganya.

Kosasih (2010:1) menyebutkan manfaat menulis adalah (1) sebagai tempat mencurahkan perasaan atau curhat, (2) meningkatkan kreativitas, (3) membentuk kepercayaan diri, (4) cara jitu untuk menjadi kaya, dan (5) dapat menjadikan seseorang terkenal.
Berdasarkan hal-hal di atas, dapat dirumuskan bahwa menulis memiliki fungsi dan manfaat yaitu, sebagai ajang mencurahkan perasaan yang dapat meningkatkan kreativitas seseorang, menuangkan ide-ide menjadi sebuah dokumen yang disampaikan dalam bentuk dan wujud nyata. Dapat juga digunakan sebagai alat menemukan informasi terbaru sebagai media yang efektif dalam pembelajaran, menjadikan seseorang kaya dan warisan ilmu yang tidak ternilai harganya bagi anak cucu kelak.

2.1.3 Langkah-langkah Menulis
Dalam kegiatan menulis terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu (1) menentukan topik (pokok pembicaraan), (2) tema, (3) tujuan, (4) merumuskan judul, (5) menyusun kerangka tulisan serta mengumpulkan bahan, (6) mengembangkan kerangka, dan (7) menyempurnakan tulisan (Kosasih, 2002:34-50).
Langkah-langkah di atas merupakan satu kesatuan yang saling menunjang satu sama lain. Berdasarkan topiklah penulis menentukan tema serta tujuan dari menulis, dan hendaknya dirumuskan dengan kalimat yang jelas serta memiliki kesatuan. Hal ini berfungsi sebagai patokan penulis dalam mengarahkan tulisannya.jurnal ptk bahasa indonesia smp

Judul erat kaitannya dengan tema serta tujuan. Judul merupakan nama yang diberikan untuk bahasan dari tulisan tersebut. Judul yang baik haruslah relvan, provokatif, dan singkat.
Pengumpulan bahan bertujuan untuk memperkaya pemahaman dan pengetahuan. Seorang penulis haruslah mengumpulkan data, informasi, atau pengetahuan tambahan yang berkaitan dengan tema. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan membaca bahan acuan tertentu, mengadakan wawancara, atau pengamatan lapangan. Selanjutnya adalah menyempurnakan tulisan, hal ini penting dilakukan sebagai penyempurna baik dalam sistematika penulisan, kelogisan ide, istilah yang digunakan, atau pun ejaannya.

C.PROPOSAL PTK BHS INDONESI MATERI MENULIS TEKS BERITA

BAB 3
METODE PENELITIAN


Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas (Rahmawati, 2009:32). Metode penelitian tindakan kelas ini merupakan suatu aksi, kaji tindakan, dan riset tindakan yang dilakukan di kelas. PTK merupakan salah satu cara untuk meningkatkan proses dan produk pengajaran di dalam kelas. Tujuan dari penelitian ini tidak lepas dari adanya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, keadaan kelas, serta materi, sehingga yang diteliti dalam penelitian ini adalah proses dan hasil belajar (Sariah, 2006:3 1).

Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk proses pengkajian berdaur (siklus) yang melukiskan siklus demi siklus mulai dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan ulang. Penelitian tindakan kelas terdiri dari tiga kata yaitu, (1) penelitian, (2) tindakan, dan (3) kelas.
Penelitian merupakan kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.proposal ptk bahasa indonesia smp kelas 9

Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan.
Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru, berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dirumuskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas (Arikunto, 2006:91).

PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hasil kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah. Dalam proses pelaksanaan, setelah rencana disusun kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang hasilnya dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahapan pelaksanaan.
Hasil dari proses refleksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan penyempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahap-tahap di atas, dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu tercapai.

Tahapan-tahapan pada penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 
1) Tahapan pra-PTK, meliputi
a. Identifikasi masalah
Dalam tahapan ini peneliti mencoba mencari masalah yang dihadapi oleh siswa, sebagai bahan patokan untuk penelitian dengan cara melakukan tes awal dan wawancara.
b. Analisis masalah
Menganalisis masalah merupakan cara yang dilakukan untuk mengetahui kekurangan apa saja yang harus diperbaiki. Hal tersebut dilakukan dengan
menganalisis hasil menulis teks berita siswa, pada tes awal sebelum tindakan dilakukan.
c. Rumusan masalah
Merumuskan suatu masalah adalah menyusun langkah-langkah yang dilakukan saat melakukan penelitian. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Dalam PTK masalah yang diteliti adalah saat perencanaan, pelaksanaan dan hasil.
2) Tahapan pelaksanaan PTK, meliputi  proposal ptk bahasa indonesia smp kelas 9

a. Perencanaan
Tahapan perencanaan disusun berdasarkan hasil studi pendahuluan, pada siklus I perencanaan disusun berdasarkan hasil observasi awal, perencanaan siklus II disusun berdasarkan refleksi siklus I, dan begitu seterusnya sampai tujuan dari penelitian tercapai dengan hasil yang memuaskan. Pada tahap perencanaan diputuskan apa yang akan menjadi fokus pembelajaran, teknik, dan evaluasi yang akan digunakan.
b. Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan adalah tahap berlangsungnya kegiatan pembelajaran, dimana sebelumnya tahap ini sudah dipersiapkan pada perencanaan. Dalam tahapan ini peneliti mulai melakukan penelitian berupa daur siklus. Skenario pembelajaran di aplikasikan dalam kegiatan pelaksanaan.

c. Pengamatan
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru dan para observer diberikan format observasi untuk mencatat pengamatannya mengenai proses pembelajaran. Hasil dari observasi tersebut akan menjadi bahan diskusi balikan untuk melaksanakan siklus selanjutnya. Selain itu hasil menulis teks berita menjadi pengamatan yang sangat penting. Peneliti dapat mengetahui kekurangan apa saja yang dialami siswa berdasarkan hasil tulisan mereka.contoh ptk bahasa indonesia smp k13
d. Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pengamatan, seorang peneliti akan membuat sebuah refleksi berdasarkan apa saja yang di alami.
Pada tahapan refleksi peneliti melakukan identifikasi untuk memperbaiki pembelajaran pada tindakan siklus selanjutnya. Hasil dari refleksi akan menjadi acuan untuk tahap perencanaan pada siklus selanjutnya dan seterusnya sampai mencapai hasil yang diharapkan.
Daur siklus pada PTK mencakup hal-hal di atas, yaitu perencaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Untuk memperjelas daur siklus tersebut, dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.

3.1 Prosedur Penelitian
3.1.1 Studi Pendahuluan
Sebelum melakukan penelitian dilakukan studi pendahuluan yang bertujuan mengetahui permasalahan yang perlu dipecahkan berkaitan dengan kemampuan menulis teks berita.
Studi pendahuluan yang dilakukan berupa tes awal yang dilakukan pada kelas 9.8 yang terdiri dari 50 siswa, selain itu wawancara juga dilakukan pada guru bahasa Indonesia pada tanggal 5 April 2016. Berdasarkan wawancara tersebut dapat dirumuskan bahwa kesulitan siswa dalam menulis yaitu, dalam hal menuangkan ide, ejaan yang kurang baik, serta penggunaan kalimat baku.

3.1.2 Perencanaan Pelaksanaan Tindakan
Tahapan perencanaan pelaksanaan tindakan dijabarkan sebagai berikut.
1) Menentukan waktu dan kelas penelitian
Sebelum pelaksanaan penelitian, peneliti menentukan waktu penelitian. Waktu pelaksanaan siklus pertama dilakukan pada tanggal 4 Mei 2016. Kelas yang digunakan adalah kelas 9.8 yang terdiri dari 50 siswa.
2) Menyusun rencana pembelajaran
Setelah menentukan waktu dan kelas penelitian, peneliti menyusun rencana pembelajaran. Peneliti pun menentukan gambar peristiwa yang akan digunakan untuk memberikan motivasi awal kepada siswa dan menguatkannya pada akhir siklus.

3.1.3 Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan dilakukan oleh peneliti sebagai guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Keterikatan antara pelaksanaan dengan perencanaan dilaksanakan secara konsekuen agar sesuai dengan kesepakatan semula. Penelitian ini memfokuskan pada kemampuan menulis teks berita peristiwa pada siswa.
Tahap selanjutnya siswa diajak untuk menumbuhkan rasa meneliti. Peneneliti menyuguhkan beberapa gambar peristiwa. Setelah itu siswa diminta untuk menyusun gambar-gambar tersebut menjadi urutan yang logis. Siswa diminta menulis sebuah teks berita berdasarkan gambar-gambar tersebut.

D.CONTOH PTK BAHASA INDONESIA SMP KELAS 9

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Dekaman. 2008. Langkah-langkah menulis. [Online]. Tersedia : (http://vdekasia. blogsp ot. com/2008/02/langka h-langka h-menulis. html) [15 Mei 2011]
Depdiknas. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Depdiknas. 2006. Contoh Model Silabus Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2009. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.
Dewabrata. A. M. 2010. Kalimat Jurnalistik Panduan Mencermati Penulisan Berita. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Kosasih, E. 2002. Kompetensi Ketatabahasaaan untuk Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan. Bandung: CV Yrama Widya.
Kosasih, E. 2010. Menjadi Penulis Remaja. Jakarta: Nobel Edumedia.
Kusmayadi, Ismail. 2008. Menulis dengan Hati Membangun Motivasi Menulis. Bandung: PT Pribumu Mekar.
Mondry. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. 2008. Bogor: Ghalia Indonesia.
Nurhayati. 2010. Penerapan Metode Picture and Picture Terhadap Kemampuan
Menulis Iklan Pada Siswa Kelas VI SMPN 4 Cimahi 2009/2010. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI. Bandung:
tidak diterbitkan.

Terima kasih telah berkunjung di Musiyanto Blog yang membahas  CONTOH PTK BAHASA INDONESIA SMP TERBARU- ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.